Jelang Muscab PKB Cirebon, Kader Senior Soroti Kualitas Kepemimpinan

Kader Senior PKB menyoroti kualitas pemimpin yang akan menduduki ketua umum dalam Muscab yang akan dilaksanakan

Jelang Muscab PKB Cirebon, Kader Senior Soroti Kualitas Kepemimpinan
kader senior PKB Kabupaten Cirebon Mahmudi mengatakan, kepemimpinan partai ke depan membutuhkan figur dengan kemampuan manajerial yang kuat 


INILAHKORAN.ID - Munculnya tiga nama kandidat Ketua DPC PKB Kabupaten Cirebon mulai memicu dinamika di internal partai. Kader senior PKB, KH Mahmudi, menilai ketiganya memiliki peluang yang sama untuk memimpin partai ke depan.

Adapun tiga figur yang kini ramai diperbincangkan yakni Jamil Abdul Latief, Waswin Janata, dan HR Hasan Basori. Menurut Mahmudi, ketiganya memiliki rekam jejak serta kontribusi nyata selama berkiprah di partai.

“Dari ketiga kandidat yang sudah muncul, saya kira semuanya punya peluang yang sama. Mereka sama-sama pernah mengabdi di partai dan memiliki semangat untuk membesarkan PKB,” ujarnya, Minggu (12/4).

Meski demikian, Mahmudi menekankan kepemimpinan partai ke depan membutuhkan figur dengan kemampuan manajerial yang kuat. Ia menilai, kualitas pimpinan akan sangat menentukan arah dan perkembangan partai.

“Memimpin partai itu butuh trik dan manajemen yang baik. Maju mundurnya partai sangat ditentukan oleh kualitas pimpinan,” ungkapnya, Senin 13 April 2026.

Dia mengingatkan pentingnya kesiapan partai dalam menghadapi kontestasi politik 2029 yang diperkirakan akan semakin kompetitif. Menurutnya, kemunculan partai-partai baru, termasuk non-parlemen, akan menjadi tantangan tersendiri.

“Ke depan akan banyak partai baru bermunculan, termasuk partai non-parlemen yang akan ikut bergerak. Karena itu kita harus menyiapkan kader yang kuat, bermental baja, dan memiliki visi ke depan,” katanya.

Dia menyebut, perubahan tersebut merupakan salah satu inisiatif dari jajaran pengurus saat ini, termasuk Sekretaris DPC PKB, Waswin Janata. Menurutnya, keberadaan sekretariat yang memadai memang menjadi harapan lama para kader.

“Ini sebenarnya menjadi idaman setiap Ketua DPC di setiap periode. Sekarang bisa terwujud di kepengurusan saat ini,” katanya.

Di sisi lain, Mahmudi juga menilai komunikasi antara pengurus DPC dengan tingkat kecamatan (PAC) kini semakin intensif. Hal ini terlihat dari meningkatnya frekuensi pertemuan, pembinaan, hingga konsolidasi partai yang juga melibatkan anggota legislatif.

“Sekarang komunikasi dengan PAC lebih intensif. Pertemuan, pembinaan, hingga konsolidasi partai sering digelar, bahkan melibatkan anggota dewan dari provinsi maupun DPR RI,” tukasnya. 


Editor : Ahmad Sayuti