Jumlah Hewan Ternak Terpapar PMK di KBB Tembus Angka 8.213 Ekor

Penularan wabah PMK di KBB kian mengkhawatirkan. Sebanyak 5.822 hewan ternak dinyatakan terpapar dengan 148 ekor mati.

Jumlah Hewan Ternak Terpapar PMK di KBB Tembus Angka 8.213 Ekor
Kabid Keswan Dispernakan KBB, Wiwin Apriyanti bicara soal update PMK.

INILAHKORAN, Ngamprah - Penularan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) kian mengkhawatirkan.

Berdasarkan data Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) KBB, hingga saat ini sudah tercatat 8.213 kasus hewan ternak yang terpapar PMK.

Sebanyak 5.822 ekor yang dinyatakan sembuh, 148 ekor mati dan 196 dipotong bersyarat.

Kabid Keswan Dispernakan KBB, Wiwin Apriyanti mengatakan, jumlah tersebut meliputi 14 kecamatan dan 49 desa yang tertular.

Baca Juga: Milad ke-6, UM Bandung Gelar Open House dan UMKM Goes to Campus

"Walaupun vaksinasi sudah dilakukan namun penyebaran virus akan terus terjadi, sekarang penularan sudah di 49 Desa 14 Kecamatan di KBB, yang tersisa dua Kecamatan Cililin dan Sindangkerta mengingat di wilayah tersebut banyak populasi domba," katanya saat ditemui, Selasa 28 Juni 2022.

Ia menyebut, petugas di lapangan semakin kesulitan untuk mengetahui hewan ternak yang yang terbebas dari PMK.

"Saat ini vaksinasi dikhususkan untuk ternak yang sehat di wilayah yang sehat," sebutnya.

Namun, sambung dia, apabila di wilayah kandang ada yang terpapar atau yang sakit, pihaknya tidak melakukan vaksinasi.

Baca Juga: Ini Link Pendaftaran untuk Bisa Beli Pertalite dan Solar

"Kami hanya melakukan tindakan pencegahan dan pengobatan kemudian kami petugas kesulitan mendapatkan ternak yang sehat di wilayah bebas PMK," bebernya.

Kendati demikian, ia menyebut, untuk saat ini dosis vaksin untuk hewan ternak masih cukup lantaran dosis vaksin tersebut diberikan Kementerian Pertanian melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat.

"Alhamdulillah untuk jumlah vaksin sendiri di KBB masih cukup," ujarnya.

Ia menambahkan, untuk hewan ternak yang sakit pihaknya tidak memberikan vaksin lantaran harus menunggu selama 6 bulan.

Baca Juga: Spoiler Yumi's Cell 2 Episode 7: Yoo Ba Bi Pindah ke Jeju, Kesibukannya Buat Yumi Kekurangan Perhatian?

"Kalau pada masa inkubasi divaksin kemungkinan akan sakit," pungkasnya.*** (agus satia negara).


Editor : inilahkoran