Jurnalisme Profetik Jadi Ciri Khas Jurusan Ilmu Komunikasi UM Bandung

Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung memiliki mata kuliah baru, yakni Jurnalisme Profetik bagi mahasiswa jurusan ilmu komunikasi

Jurnalisme Profetik Jadi Ciri Khas Jurusan Ilmu Komunikasi UM Bandung
Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung memiliki mata kuliah baru, yakni Jurnalisme Profetik

 

INILAHKORAN, Bandung - Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung memiliki mata kuliah baru, yakni Jurnalisme Profetik. Hal ini diperuntukan untuk mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi.

"Salah satu alasan Jurnalisme Profetik menjadi mata kuliah baru di prodi Ilmu Komunikasi karena kebutuhan. Tagline kampus kita Islamic Technopreneural University. Jadi, mata kuliah jurnalisme profetik itu jadi penguat tagline tersebut, antara keislaman dan teknologi harus beriringan,” papar Ketua Prodi Ilmu Komunikasi UM Bandung Euis Puspitasari, Selasa 15 Februari 2022.

Dia mengatakan, bahwa hadirnya mata kuliah Jurnalisme Profetik bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UM Bandung akan menjadi ciri khas tersendiri dari universitas lain.

Baca Juga: Ini Sosok Pria Diduga Jadi Pemimpin Ritual Maut di Pantai Payangan yang Tewaskan 11 Orang

“Di kampus lain tidak ada mata kuliah Jurnalisme Profetik. Semoga rencana ini berjalan lancar dan mahasiswa dapat pengetahuan baru dari mata kuliah ini,” ucapnya.

Dia menambahkan, pihak kampus dan prodi saat ini sedang menggodok mata kuliah baru di prodi Ilmu Komunikasi.

“Kita masih merancang agar mata kuliah Jurnalisme Profetik masuk kurikulum,” katanya.

Baca Juga: Cegah Penyebaran Covid-19, Pasar Sederhana Kota Bandung Perketat Penerapan Prokes

Dekan Fakultas Sosial & Humaniora UM Bandung Nanang Rizali menyambut baik tentang Jurnalisme Profetik yang akan jadi mata kuliah baru di prodi Ilmu Komunikasi.

“Kita mendukung dan semoga seminar jurnalisme profetik ini menjadi motivasi, terutama bagi prodi komunikasi, mahasiswa, dan UM Bandung,” ucapnya.

Sebagai catatan, Jurnalisme Profetik bukanlah teori. Jurnalisme Profetik itu karakter dalam diri seorang jurnalis. Ia harus memegang teguh empat sifat nabi dalam kesehariannya. Misalnya sidiq, amanah, tablig, dan fatanah.

Baca Juga: Sempat Mandek, Pembangunan Jalan R3 di Kota Bogor Kembali DIlanjutkan

Ia harus benar dalam memberitakan peristiwa. Lalu Amanah. Bila jurnalis tidak amanah, bukan saja merusak reputasi profesi, melainkan dirinya sendiri. *** (Okky Adiana)


Editor : inilahkoran