Kasus Balita Stunting di Garut Tinggi, DKP Garut dan DKPP Jabar Berikan Bantuan Pangan Sumber Protein

Angka kasus balita stunting di Garut relatif tinggi. DKPP Jabar dan DKP Garut pun memberikan bantuan pangan sumber protein.

Kasus Balita Stunting di Garut Tinggi, DKP Garut dan DKPP Jabar Berikan Bantuan Pangan Sumber Protein
Lantaran kasus balita stunting di Garut relatif tinggi, DKP Garut dan DKPP Jabar memberikan bantuan pangan sumber protein di Sukamenteri, Rabu 15 Juni 2022.

INILAHOKRAN, Garut - Tingginya kasus balita stunting di Garut memantik perhatian DKPP Jabar dan DKP Garut untuk memberikan bantuan pangan sumber protein.

Selain memberikan bantuan pangan sumber protein, guna menekan kasus balita stunting di Garut itu Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar dan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Garut pun memberikan edukasi di Kelurahan Sukamenteri Kecamatan Garut Kota, Rabu 15 Juni 2022.

DKPP Jabar memberikan bantuan 150 paket bantuan pangan sumber protein bagi balita stunting di kelurahan tersebut. Kepala DKPP Jabar Mohamad Arifin Soedjayana mengatakan, edukasi bertujuan meningkatkan konsumsi protein hewani bagi balita sebagai upaya pencegahan dan penanganan kasus balita stunting di Garut.

Baca Juga: Persebaya Pernah Jadi Mimpi Buruk Persib di Piala Presiden, Bagaimana dengan Tahun Ini?

Arifin menyebutkan, selain di Kabupaten Garut, Pemprov Jabar juga menyalurkan sebanyak 140 paket makanan di Kabupaten Bandung dan seratus paket makanan di Kabupaten Bandung Barat.

"Sasaran kegiatan ini 400 balita di tiga kabupaten/kota dengan angka prevalensi stunting yang masih tinggi," kata Arifin.

Sedangkan, Sekretaris DKP Garut Yudi Hernawan merespons positif perhatian dari Pemprov Jabar lantaran kasus balita stunting di Garut relatif tinggi.

Baca Juga: IPB University Terjunkan Tim Satgas PMK ke Kunak Pamijahan Kabupaten Bogor

"Garut memiliki angka stunting yang paling tinggi. Angkanya sebesar 35 persen menurut angka Jawa Barat. Namun Bupati Garut Rudy Gunawan menyebutkan angkanya hanya 17 persen. Sehingga bulan Juni ini adalah bulan penimbangan stunting bagi anak-anak balita di bawah dua tahun," ujar Yudi seraya menyebutkan paket bantuan itu terdiri dari daging ayam, telur, susu, beras, dan lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Maskut Farid menambahkan adanya perbedaan hasil dari survey Kementerian Kesehatan dengan data by name by adress di Kabupaten Garut membuat Pemkab Garut melakukan pendataan ulang dengan menggelar bulan pencarian stunting.

Baca Juga: Angka Kematian Tertinggi, Stroke menjadi Hantu PTM Menakutkan di Kota Bogor

"Jadi, selama sebulan penuh, kita laksanakan penimbangan pengukuran untuk seluruh balita di Garut. Saat ini sudah hampir 50 persen, dan angkanya sekarang ini 18,5 persen," ujar Maskut.

Data Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Garut menunjukkan, hingga 13 Juni 2022 dari sebanyak 215.615 balita sasaran penimbangan itu sebanyak 105.471 balita telah ditimbang atau 48,9 persen. (Zainulmukhtar)


Editor : inilahkoran