IPB University Terjunkan Tim Satgas PMK ke Kunak Pamijahan Kabupaten Bogor

Di Kunak Pamijahan Kabupaten Bogor, terdapat 910 ekor sapi perah yang terpapar PMK. Itu yang menjadi target Tim Satgas PMK IPB University.

IPB University Terjunkan Tim Satgas PMK ke Kunak Pamijahan Kabupaten Bogor
Tim Satgas PMK dari IPB University akan mengobati 910 ekor sapi perah di Kunak Pamijahan Kabupaten Bogor yang terpapar PMK.

INILAHKORAN, Pamijahan - Imbas maraknya penemuan kasus PMK di Kunak Pamijahan Kabupaten Bogor, IPB University menerjunkan Tim Satgas PMK.

Tim Satgas PMK tersebut akan melaksanakan langkah kuratif dan preventif. Selain melakukan tindakan berupa pengobatan sapi perah yang terpapar wabah penyakit mulut dan kaki (PMK), tim dari IPB University itu pun akan memberikan vaksin PMK kepada sapi perah yang masih sehat di Kunak Pamijahan Kabupaten Bogor.

Di Kunak Pamijahan Kabupaten Bogor itu, dari total 3.000 ekor populasi sudah 910 ekor yang terpapar PMK. Hewan-hewan itu menjadi target sasaran Tim Satgas PMK dari IPB University. Sapi perah yang terpapar tersebut pun langsung diisolasi dari sapi perah yang sehat sambil diobati tenaga medis.

Baca Juga: Angka Kematian Tertinggi, Stroke menjadi Hantu PTM Menakutkan di Kota Bogor

"Hari ini Tim Satgas PMK yang terdiri Co Asisten Dosen dari Kedokteran Hewan dan Geo Medis kami terjunkan ke Desa Cimayang, Kunak Pamijahan, Kabupaten Bogor," ucap Dekan Fakultas Kedokteran Hewan IPB University Deni Noviana, Rabu 15 Juni 2022.

Dia menuturkan, selain membantu Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) Kabupaten Bogor dan pengelola Kunak dalam hal mengobati sapi perah yang terapapar wabah PMK dan pemberian vaksin PMK, mereka juga akan menberikan pengarahan kepada peternak, bagaimana cara penanganan sapi perah yang terpapar PMK dan cara mecegah penyebaran wabah PMK.

"Kami tugaskan Tim Satgas PMK bukan hanya sampai Hari Raya Idul Adha, tetapi sampai tidak lagi terjadi kasus penyebaran wabah PMK atau hingga semua sapi yang terpapar wabah PMK dinyatakan sembuh atau sehat," tutur Deni Noviana.

Baca Juga: Jokowi Lantik 3 Orang Wakil Menteri, Partai Bulan Bintang Dapat Jatah

Ia menambahkan, jajarannya telah membatasi jumlah Tim Satgas PMK, untuk menghindari potensi penyebaran wabah PMK karena bagaimanapun walaupun tidak akan terdampak penyebaran wabah PMK, namun manusia bisa mejadi pembawa virus ke hewan ternak berkuku dua seperti sapi dan kerbau.

"Manusia bisa menjadi pembawa wabah atau virus PMK ke sapi, kerbau dan lainnya, hingga jumlah personil yang bertugas di Tim Satgas PMK dari IPB University," tambahnya.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Varian Baru Omicron BA4 dan BA5, Satgas Covid Kota Bandung Imbau Tak Lepas Masker

Selain menerjunkan Co Asisten Dosen, jelas Deni Noviana bekerjasama dengan perusahaan farmasi. Tim Satgas PMK IPB University juga membawa obat-obatan untuk menyembuhkan sapi perah yang terpapar wabah PMK.

"Alhamdulillah, ada perusahaan farmasi yang mau mensupport akan kebutuhan obat-obatan, mudah-mudahan sapi perah yang terpapar wabah PMK bisa segera sembuh," jelas Deni Noviana. (Reza Zurifwan)


Editor : inilahkoran