Angka Kematian Tertinggi, Stroke menjadi Hantu PTM Menakutkan di Kota Bogor
Di Kota Bogor, jumlah kematian akibat PTM terbanyak pada 2021 yakni stroke dengan angka kematian tertinggi yaitu 164 orang dari 3.435 kasus.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Di Kota Bogor, stroke merupakan penyakit mematikan. Pada 2021, PTM itu memberikan kontribusi angka kematian tertinggi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno mengatakan, jumlah kematian akibat penyakit tidak menular (PTM) PTM terbanyak pada 2021 yakni pertama stroke dengan angka kematian tertinggi.
"Untuk PTM stroke itu angka kematian tertinggi sebanyak 164 orang dari 3.435 kasus. Kedua penyakit jantung koroner sebanyak 117 orang dari 3.051 kasus. Ketiga hipertensi dengan komplikasi 120 orang dari 56.411 kasus. Keempat kanker sebanyak 115 orang dari 821 kasus. Kelima diabetes mellitus dengan komplikasi sebanyak 105 orang dari 17.801 kasus," kata Sri saat kick off Gerakan Bulan Deteksi PTM di Villa Arum Sari, Rabu 15 Juni 2022.
Baca Juga: Jokowi Lantik 3 Orang Wakil Menteri, Partai Bulan Bintang Dapat Jatah
Menurutnya, PTM semakin menjadi ancaman bagi kesehatan di Indonesia selama pandemi karena menjadi komorbid yang mengakibatkan fatality rate meningkat yang berujung pada meningkatnya angka kematian. Selain meningkatnya angka kesakitan dan kematian, meningkatnya jumlah kasus PTM sangat berdampak besar terhadap lonjakan beban biaya kesehatan.
Untuk itu, melalui Gerakan Bulan Deteksi PTM yang dilakukan itu sasarannya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan usia produktif dan lansia.
Sementara itu, guna menanggulangi PTM tersebut Wali Kota Bogor Bima Arya menyebutkan pihaknya tengah memperbaiki tiga faktor utama yang membuat angka PTM masih tinggi.
Baca Juga: Tergolong Daerah Rawan Bencana Alam, BPBD KBB Masih Kekurangan Personel dan Relawan Kebencanaan
Pemkot Bogor bergerak melakukan deteksi dini PTM. Kegiatan itu merupakan kolaborasi antara aparatur kecamatan, kelurahan, puskesmas dan organisasi-organisasi di Kota Bogor untuk menyadarkan kembali masyarakat agar hidup sehat dan melakukan pengecekan secara rutin.
"Semisal cek darah dan semua. Tim kolaborasi akan terjun ke lapangan, angka harapan hidup di Kota Bogor minim karena gaya hidup, akses faskes dan status sosial tadi. Tiga ini terus kami tingkatkan, dengan edukasi menyeluruh terus menerus, kemudian akses faskes di perbaiki agar warga mudah menjangkau atau mobilisasi warga ke faskes dekat. Aparat di tingkat RT, RW, Posyandu, dan Posbindu harus bergerak menjemput warga," tuturnya. (Rizki Mauludi)
Editor : inilahkoran


