Kasus PMK di Kabupaten Bogor Melonjak Tiga Kali Lipat, Jumlahnya Mencapai 910 Ekor
Terkait kasus PMK di Kabupaten Bogor, kini terdapat 910 ekor sapi perah yang terpapar di di kawasan usaha peternakan (Kunak) Pamijahan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Pamijahan - Terkait kasus PMK di Kabupaten Bogor, kini terdapat 910 ekor sapi perah yang terpapar di di kawasan usaha peternakan (Kunak) Pamijahan.
Padahal, pada Senin 13 Juni 2022 kemarin jumlah kasus PMK di Kabupaten Bogor hanya sebanyak 300 ekor. Di Kunak Pamijahan itu terdapat 3.000 ekor sapi perah.
Akibatnya, hampir separuh pasokan susu ke industri pengolahan susu berkurang lantaran ada kasus PMK di Kabupaten Bogor. Hal itu karena produksi susu sapi berkurang. Selain dari pengaruh pakan, susu sapi perah yang sedang diobati itu dianggap kurang layak jual karena mengandung residu antibiotik.
Baca Juga: Puluhan Tahun Tak Bayar PBB, Pasar Tegalgubug Nunggak Lebih dari Rp400 Juta
Sementara itu, langkah pengobatan sapi tidak berjalan optimal, apalagi permasalahan itu ditambah ketiadaan agau telat datangnya vaksin penyakit mulut dan kaki (PMK) yang belum turun atau datang dari pemerintah pusat.
"Vaksin PMK telat, mungkin sehabis pandemi Covid-19 anggaran pemerintah pusat terkuras. Apalagi, kabarnya untuk pengadaan vaksin PMK, pemerintah butuh anggaran sebesar Rp4 triliun," kata pengurus dan pengelola Kunak Agus Jaenudin, Selasa 14 Juni 2022.
Informasi yang dihimpun Inilah Koran, penyebaran wabah PMK di Kunak berjalan sangat cepat. Hanya melalui udara, bersin atau nafasnya seekor sapi yang terpapar, maka bisa menularkan 15 ekor sapi lainnya yang berada di satu kandang.
Baca Juga: Disdik Kota Cimahi Buka Pendaftaran PPDB, Begini Alur dan Teknisnya
Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor Oetje Soebagdja menuturkan sudah meminta 15.000 vaksin PMK, untuk hewan ternak sapi yang masih sehat.
"Kami sudah memohon ke pemerintah pusat untuk mendapatkan 15.000 vaksin PMK untuk hewan ternak sapi, karena bagaimanapun lebih baik mencegah dari pada mengobati," tutur Oetje Soebagdja.
Oetje sapaan akrabnya menerangkan, dari beberapa jenis hewan ternak seperti kerbau, domba dan kambing. Sapi merupakan yang paling rentan terpapar wabah PMK.
Baca Juga: Bawaslu Kota Bogor Mulai Awasi Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu 2024
"Kasus penyebaran wabah PMK di Kabupaten Bogor hanya menyasar ke sapi, hewan ternak jenis lainnya masih terbilang sehat dan masih bebas dari wabah PMK," terangnya.
Ia melanjutkan jajarannya bersama dokter hewan dari Kunak terus melakukan pengobatan, di Kecamatan Jonggol. Ucapnya sudah terbebas dari wabah PMK.
"Pengobatan sapi yanh terpapar wabah PMK terus dilakukan, juga demi pencegahan, peternak juga harus melakukan protokol kesehatan (Prokes) hingga sapi-sapinya terhindar dari wabah yang penyebarannya sangat cepat tersebut," lanjutnya. (Reza Zurifwan)
Editor : inilahkoran


