Kebutuhan Layanan Kesehatan Meningkat, Dedie A Rachim Wacanakan Pembangunan RSUD Kedua

Kini, kebutuhan layanan kesehatan warga Kota Bogor dinilai Dedie A Rachim relatif meningkat. Pembangunan RSUD kedua pun diwacanakan.

Kebutuhan Layanan Kesehatan Meningkat, Dedie A Rachim Wacanakan Pembangunan RSUD Kedua
Kini, kebutuhan layanan kesehatan warga Kota Bogor dinilai Dedie A Rachim relatif meningkat. Pembangunan RSUD kedua pun diwacanakan.

INILAHKORAN, Bogor - Dedie A Rachim menilai kini kebutuhan layanan kesehatan warganya relatif meningkat. Pembangunan RSUD kedua pun diwacanakan.

Plh Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, saat ini situasi di masyarakat berangsur normal. Hotel, kafe dan restoran sudah berangsur pulih di kisaran 90-100 persen kisaran hotel. Agar sesuai target sasaran, saat ini kebutuhan layanan kesehatan relatif dibutuhkan masyarakat. Rencana pebangunan RSUD kedua pun mencuat.

Dedie A Rachim mengajak semua harus berpikir bagaimana merencanakan RSUD kedua. Pembangunan RSUD kedua itu harus disiapkan dari saat ini. Sebab, wacana itu harus dimunculkan, karena melihat peluang membangun itu ada. Apalagi, kebutuhan layanan kesehatan mulai meningkat dan aset daerah di Badan Keuangan dan Aset (BKAD) ada 8.000an aset.

Baca Juga: Soal Kasus Dugaan Penyelewengan Dana Umat oleh ACT, Begini Pernyataan Baznas KBB

"Income retribusi tidak masuk akal, daripada lahan terbengkalai bagusnya dimanfaatkan dan disewakan atau untuk yang menghasilkan. Ada dua OPD salah satunya dari Dispora yang pemasukannya bagus. Karena itu aset-aset yang sebelumnya tidak optimal diarahkan dioptimalkan. Bisa menjadi mini soccer, satu jam Rp2 juta bisa dimaksimalkan. Bersama-sama percepat, agar masuk ke pemasukan Kota Bogor," jelas Dedie A Rachim saat rakor bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terkait PAD, Senin 11 Juli 2022.

Dia menegaskan, pembangunan RSUD kedua itu pun dilakukan untuk mendongkrak PAD 2022 agar mencapai bahkan melebihi target yang ditentukan guna menyokong pembangunan Kota Bogor.

Dedie menerangkan, ada pemasukan BKAD untuk retribusi sangat sayang pendapatan hanya Rp1 miliar, tidak masuk akal. Coba di optimalkan, coba dibantu RSUD kedua kan bisa jadi opsi. Diberikan alternatif RSUD kedua ini kan, jelas-jelas ratusan miliar income-nya. Jangan yang hanya Rp10 juta, Rp100 juta.

Baca Juga: Achmad Ruyat Dukung Pemekaran Desa dan Kabupaten Bogor Barat

"Seperti pendapatan dari Bank Jabar Banten (BJB) ini lumayan, penyertaan modal harus ditambah. Tapi dengan Bank Kota Bogor yang modal lebih sedikit sama pemasukannya, tolong sampaikan salah ke pak Adit. Harapan kami itu menambah kocek Kota Bogor," terangnya.

Meski begitu Dedie, optimistis target PAD bisa tercapai. Bahkan, di beberapa OPD melebihi target semisal BLUD RSUD Kota Bogor.

"Kuncinya jangan terlena pasca pemulihan sehingga kurang semangat. Untuk RSUD saya usulkan lahan 9 hektar di Rancamaya sebagian untuk RSUD kedua. Kemudian untuk sarana olahraga pendapatan cukup baik dari pendapatan lapangan tenis, basket, bola dan lainnya. Aset bisa juga dijadikan sarana olahraga, kemudian adanya PBG, retribusi IMB belum ditarik padahal selama Perda baru belum keluar, retribusi bisa ditarik. Jangan keraguan untuk tetep menarik," jelasnya. (Rizki Mauludi)


Editor : inilahkoran