Kemarau Panjang, BPBD Cimahi Pastikan Mitigasi Kekeringan Sudah Disiapkan

Status siaga kekeringan sudah sejak awal Juli ditetapkan, BPBD Cimahi mengaku sudah menyusun mitigasi hingga membuat posko siaga kekeringan

Kemarau Panjang, BPBD Cimahi Pastikan Mitigasi Kekeringan Sudah Disiapkan
BPBD Kota Cimahi menyiagakan mobil tangki air untuk merespons wilayah yang kesulitan air bersih selama kemarau panjang. Foto istimewa

INILAHKORAN.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi resmi menetapkan status Siaga kekeringan untuk periode 1 Juli hingga 30 September 2026 guna mengantisipasi risiko krisis pasokan air bersih seiring menguatnya musim kemarau

Penetapan status ini diikuti dengan pengaktifan Posko Siaga kekeringan dan penguatan koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta pemangku kepentingan agar setiap gangguan ketersediaan air dapat ditangani secara cepat dan tepat sasaran.

Kepala BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan menjelaskan, seluruh personel, peralatan, dan sumber daya pendukung telah disiapkan untuk merespons laporan masyarakat secara terpadu. 

“Sejak awal bulan ini kami sudah masuk status siaga dan mengaktifkan posko. Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana bersama instansi terkait dan mitra kerja sama sudah siap bergerak jika ada wilayah yang mengalami kesulitan air,” kata Fithriandy, Senin (13/7/2026).

Fithriandy menjelaskan, BPBD juga telah menyusun skema penanganan darurat dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) selaku pengelola layanan air bersih. 

"Apabila keluhan kekurangan air meningkat, penyaluran bantuan air bersih akan segera dilaksanakan langsung ke lokasi terdampak," jelasnya. 

Kendati demikian, berdasarkan prakiraan BMKG curah hujan masih turun secara berkala sehingga potensi kekeringan ekstrem diperkirakan lebih ringan dibanding tahun-tahun sebelumnya. 

"Kami tetap mengimbau masyarakat untuk menghemat menggunakan air dan melaporkan segera jika terjadi gangguan pasokan di lingkungannya," ujarnya.


Editor : Ahmad Sayuti