INILAHKORAN, Cimahi - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Cimahi melaunching aplikasi On- Guard.
Aplikasi On-Guard tersebut sengaja dibuat guna mengantisipasi kesalahan organisasi perangkat daerah (OPD) dalam penginputan kode rekening dan pagu anggaran, merubah target kinerja, serta terjadinya pengajuan usulan yang berulang-ulang dan sebagainya, sehingga dalam prosesnya menjadi tidak efisien.
Kepala BPKAD Kota Cimahi, Drg. Chanifah Listyarini didampingi MT Kabid Anggaran BPKAD, Dini Ayulinda mengatakan, momentum pergeseran anggaran kerap dimanfaatkan OPD untuk melakukan perubahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dalam rangka penyesuaian dengan perubahan kondisi dan kebutuhan daerah pada tahun berjalan.
Kendati demikian, dalam pelaksanaannya kerap terjadi kesalahan, sehingga dalam prosesnya menjadi tidak efisien.
"Pergeseran anggaran yang tidak efisien dapat mengganggu jadwal penyusunan dokumen penganggaran," katanya seperti dalam keterangan resmi yang diterima Inilahkoran.com, Selasa 26 Juli 2022.
Bahkan, sebut dia, pada tahun 2020 terjadi tujuh kali pergeseran anggaran yang disebabkan refocusing anggaran dalam upaya Pemkot Cimahi guna mengatasi pandemic covid yang saat itu sedang merajalela.
"Kemudian pada tahun 2021, meskipun pergeseran anggaran tidak lagi sebanyak di tahun 2020. Namun, prosesnya berjalan sangat lama sehingga menyebabkan keterlambatan pembukaan tahapan penyusunan dokumen KUPA PPA Perubahan tahun 2021," sebutnya.
Ia menilai, keterlambatan penyusunan dokumen anggaran menjadi point yang disupervisi oleh MCP Korsupgah KPK.
"Oleh karenanya, seluruh komponen yang menghambat proses penyusunan penganggaran harus betuL-betul dikendalikan dengan baik," ujarnya.
Menurutnya, banyaknya pergeseran anggaran SKPD dikhawatirkan dapat mengganggu target kinerja yang sudah ditetapkan pada saat perencanaan.
"Selain itu pergeseran anggaran yang berlarut-larut juga dapat mengganggu penatausahaan keuangan, sehingga mengakibatkan rendahnya penyerapan anggaran," tuturnya.
Atas dasar hal tersebut, sebut dia, maka BPKAD Kota Cimahi melakukan upaya Pengendalian Pergeseran Anggaran (PA) dengan membuat aplikasi pergeseran anggaran yang berfungsi untuk membantu mengendalikan proses pergeseran anggaran.
"Termasuk, membantu memfasilitasi OPD yang memang betul-betul memerlukan pergeseran anggaran untuk menyesuaikan DPA SKPD-nya dengan kondisi yang terkini," bebernya.
Ia menjelaskan, aplikasi tersebut merupakan inovasi dari Pemkot Cimahi, dan diberi nama Sistem Aplikasi Pergeseran Anggaran (SIAGA) yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi “On-Guard”.
"Aplikasi ini mengendalikan serta menjaga konsistensi perencanaan dan penganggaran," jelasnya.
Dengan Aplikasi On-Guard, ungkap dia, usulan pergeseran anggaran diajukan SKPD dengan menginput usulan melalui aplikasi yang telah dilengkapi standar biaya/standar harga dan kode rekening.
"Selanjutnya usulan tersebut bakal diverifikasi oleh TAPD secara online untuk mendapatkan rekomendasi persetujuan," ucapnya.
Sehingga, sambung dia, proses keseluruhan menjadi lebih efektif, efisien, dan selektif berdasarkan prioritas dan urgensinya.
"Dengan lebih terkendalinya proses pergeseran anggaran, diharapkan dapat mendukung penetapan APBD tepat waktu," ujarnya.
Ia menerangkan, agar dapat dikenal oleh penggunanya di seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi, maka pada hari Senin tanggal 25 Juni 2022 di Aula Gedung B Pemkot Cimahi Pengendalian Pergeseran Anggaran melalui Aplikasi On Guard secara resmi dilaunching.
"Aplikasi On-Guard ini secara resmi diluncurkan Pemkot Cimahi yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan dengan disaksikan oleh 30 pejabat pengelolaan perencanaan dan penganggaran seluruh SKPD di Pemkot Cimahi," tandasnya.*** (agus satia negara).