Kerap Paksakan Anaknya Masuk Sekolah Favorit saat PPDB, Disdik KBB Bakal Lakukan Langkah Ini 

Disdik KBB bakal terus mensosialisasikan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), terlebih berkaitan dengan jalur pendaftaran.

Kerap Paksakan Anaknya Masuk Sekolah Favorit saat PPDB, Disdik KBB Bakal Lakukan Langkah Ini 
Langkah sosialisasi Disdik KBB tersebut dilakukan mengingat masih kurangnya pemahaman orang tua siswa terkait jalur PPDB. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Disdik KBB bakal terus mensosialisasikan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), terlebih berkaitan dengan jalur pendaftaran.

Langkah sosialisasi Disdik KBB tersebut dilakukan mengingat masih kurangnya pemahaman orang tua siswa terkait jalur PPDB.

"Kita bakal berikan pemahaman agar para orang tua bisa mengubah mindsetnya yang kerap memaksakan anaknya agar bisa masuk ke sekolah favorit saat PPDB," kata Kepala Disdik KBB Asep Dendih didampingi didampingi Kepala Bidang Pembinaan SMP, Edi Syafrudin saat ditemui di ruangannya, Jumat 14 April 2023.

Menurutnya, masih ada sebagian orang tua yang memaksakan diri agar anaknya masuk ke sekolah favorit. Padahal, dalam mekanisme zonasi sebenarnya tidak ada sekolah favorit.

"Jadi, sekolah itu sama semua dan udah gak kaya dulu," tuturnya.

Oleh karenanya, lanjut dia, sebelum pelaksanaan PPDB pihaknya bakal melakukan sosialisasi dan memberikan pemahaman kepada orang tua yang anaknya akan masuk ke jenjang SMP.

"Kita akan lakukan sosialisasi ke SD dan menyampaikan agar orang tua harus bijak memilih dengan adanya empat jalur PPDB," ujarnya.

Ia menilai, orang tua tidak melulu harus fokus memilih jalur zonasi karena potensi anak bisa jadi tolak ukur untuk orang tua mendaftarkan anaknya melalui jalur lain, seperti jalur prestasi.

"Kalau anaknya berprestasi bisa masuk lewat jalur prestasi, kalau memang tidak mampu bisa daftar lewat afirmasi," ujarnya.

Kendati demikian, sambung dia, kalau pun memang lokasi domisili dengan dengan sekolah dipersilahkan mendaftar lewat jalur zonasi.

"Orang tua harus bijak juga mencari sekolah yang terdekat dengan rumah dan jangan memaksakan untuk memilih lokasi yang jauh karena berpandangan bahwa sekolah yang jauh itu masuk kategori favorit," bebernya.

"Contohnya saja di SMPN 2 Ngamprah, siswa yang ingin mendaftar diberikan keleluasaan jika domisili rumah dekat dengan sekolah meski berbatasan dengan Kota Cimahi," sambungnya.

Begitu pun sebaliknya, siswa asal Kota Cimahi kalau domisilinya dekat dengan sekolah meski beda kota bisa mencoba untuk mendaftar.

"Itu dipersilakan sepanjang zonasinya masuk. Tapi kami sarankan untuk orang tua yang tinggal di KBB, pilihlah sekolah yang ada di Bandung Barat. Apalagi, kalau zonasinya masuk itu lebih diutamakan," ujarnya.

Disinggung terkait adanya praktik penitipan siswa agar masuk ke sekolah yang dituju, jelas dia, pihaknya telah melakukan rapat dengan Ombudsman guna mengantisipasi adanya praktek KKN dalam PPDB.

"Tahun ini kita telah rapat dan memohon arahan dari Ombudsman agar PPDB ini bisa berjalan lancar dan tidak ada hal-hal negatif yang terjadi," tandasnya.

Sebelumnya, berdasarkan hasil rapat terbatas, Disdik KBB telah menentukan jadwal pelaksanaan PPDB yang akan dilaksanakan pada 19 Juni hingga 6 Juli 2023.

Namun demikian, dalam pelaksanaan PPDB 2023 ini berbeda dengan tahun lalu di mana dalam empat jalur pendaftaran dilaksanakan secara serentak.

"Kalau tahun lalu, pendaftaran jalur zonasi, afirmasi, prestasi dan perpindahan orang tua dilaksanakan secara serentak," ujar Asep.

Sedangkan, lanjut dia, untuk tahun ini jalur pendaftaran afirmasi didahulukan sesuai arahan dari kementerian.

"Untuk jalur afirmasi kita laksanakan pada 19-23 Juni 2023 dan untuk pengumumannya itu pada 24 Juni 2023," sebutnya.*** (agus satia negara)


Editor : Doni Ramdhani