Kerusakan Bangunan SDN Babakan Talang Rongga Hampir 80 Persen, Kegiatan KBM Dialihkan ke MTs
Kondisi bangunan SDN Babakan Talang di Desa Cibedug Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang terdampak bencana pergerakan tanah pada 19 Februari 2024 lalu kian memprihatinkan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Kondisi bangunan SDN Babakan Talang di Desa Cibedug Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang terdampak bencana pergerakan tanah pada 19 Februari 2024 lalu kian memprihatinkan.
Pasalnya, bangunan sekolah tersebut kini benar-benar ambruk hingga mencapai 80 persen pada Rabu 28 Februari 2024 pada pukul 18.00 WIB.
"Tidak ada korban jiwa dalam bencana pergerakan tanah itu karena sudah beberapa hari sekolah tersebut dikosongkan," kata Plt Kepala Pelaksana BPBD KBB, Asep Sehabudin melalui Sekretaris BPBD KBB Agus Soemartono, Kamis 29 Februari 2024.
Agus menjelaskan, bencana pergerakan tanah di Kampung Gombong, RT 04/RW 23, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga terjadi sejak 19 Februari 2024.
Menurutnya, hujan yang turun setiap hari kian memperparah retakan tanah menjadi semakin lebar. Bahkan dibeberapa titik tanah yang retak ambles sedalam 1 meter.
"Bencana pergerakan tanah semakin masif dan masih terus berlangsung hingga kini," jelasnya.
"Bahkan pergerakan tanah sudah menuju ke aliran Sungai Cidadap. Tidak hanya bangunan sekolah ada beberapa rumah juga rusak," sambungnya.
Agus menyebut, total ada 48 kepala keluarga (KK) atau 192 jiwa yang harus diungsikan ke Gedung Islamic Center. Baik rumah rusak berat dan juga warga terdampak masih dalam pendataan.
"Kebutuhan mendesak berdasarkan investigasi adalah tenda pleton dapur umum dan alas tidur buat warga," sebutnya.
Pihaknya sejak beberapa hari lalu sudah mengirimkan surat ke Badan Geologi untuk meminta kajian geologi ke Kampung Gombong.
"Rencananya, Badan Geologi akan turun ke lapangan pada Senin depan," ucapnya.
Kepala Bidang SD pada Dinas Pendidikan KBB, Wawan Hernawan mengatakan, SDN Babakan Talang sejak 21 Februari 2024 hingga sekarang sudah dikosongkan. Sebab, halaman, lantai, dan dinding bangunan retak-retak akibat terdampak pergerakan tanah.
Menurutnya, untuk sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) dipindahkan ke MTs. Hal itu untuk mencegah terjadinya kejadian tidak diinginkan.
"Proses KBM di SDN Babakan Talang Rongga harus dipindahkan ke sekolah lain karena kondisinya belum dipastikan aman," katanya.
Wawan menyebut, pergerakan tanah sudah terjadi sejak 19 Februari 2024. Namun karena setiap hari terus diguyur hujan akibatnya retakan tanah terus melebar.
"Karena keterbatasan ruangan di MTs, belajar siswa dari kelas 1-6 harus dilaksanakan bergantian. Ada yang masuk pagi dan siang," tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti
