Khusus untuk Anak Sekolah, BGN Tegaskan MBG Tetap Dibagikan Sesuai Kehadiran Siswa

BGN tegaskan MBG tetap dibagikan ke siswa yang hadir ke sekolah sesuai dengan jumlah kehadiran.

Khusus untuk Anak Sekolah, BGN Tegaskan MBG Tetap Dibagikan Sesuai Kehadiran Siswa
Ilustrasi siswa makan MBG di sekolah.

INILAHKORAN, Bandung - Saat ini, program Makan Bergizi Gratis (MBG) disarankan untuk dikurangi pemberiannya kepada siswa sekolah.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan MBG akan tetap diberikan kepada semua siswa menyesuaikan jumlah hari kehadiran siswa di sekolah dan berhenti disalurkan apabila libur.

Pernyataan tersebut disampaikan Dadan untuk menanggapi usulan efisiensi Program MBG dengan mengurangi jumlah pemberian makanan menjadi lima hari dalam sepekan yang dinilai berpotensi menghemat anggaran negara hingga Rp40 triliun per tahun.

"Khusus untuk anak sekolah, MBG akan disalurkan bila mereka hadir di sekolah. Jika sekolah lima hari, maka mereka akan mendapatkan MBG lima hari, sementara jika ada sekolah yang enam hari, maka MBG diberikan enam hari. Berdasarkan data yang ada, mayoritas lama sekolah lima hari," jelas Dadan.

Di tahun 2026 ini, BGN akan fokus pada peningkatan kualitas seperti instruksi Presiden Prabowo Subianto yang juga menjadi salah satu upaya untuk menjaga efektivitas program.

"Basis penyaluran MBG berupa makanan segar siap santap dan dikirimkan ke lokasi penerima manfaat berbasis daftar yang telah didata," tutur Dadan dikutip dari laman Antara.

Dia melanjutkan, "untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita ke posyandu atau rumah, sementara siswa ke sekolah masing-masing. Santri dan anak sekolah keagamaan lainnya ke tempat mereka mondok. Jika libur, maka MBG berhenti disalurkan."

Sebelumnya, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan efisiensi Program MBG berpotensi menghemat anggaran negara hingga Rp40 triliun per tahun.

Efisiensi tersebut direncanakan dilakukan dengan mengurangi jumlah hari operasional. Pemberian MBG diusulkan menjadi lima hari dalam sepekan dari sebelumnya yang enam hari.***


Editor : Irma Nurfajri