Kisah Pilu Longsor Sirnasari, Abah Edi Lihat Putranya Meninggal dengan Leher Terjerat Kawat

Bencana longsor Sirnasari, Kelurahan Empang, Kota Bogor, menyisakan duka mendalam bagi Abah Edi Kusmayadi. Ada apa?

Kisah Pilu Longsor Sirnasari, Abah Edi Lihat Putranya Meninggal dengan Leher Terjerat Kawat
Proses pencarian korban longsor Sirnasari di Kota Bogor. Salah satu yang selamat, Abad Edi Kusmayadi jadi saksi anaknya meninggal dalam kondisi leher terjerat kawat.

INILAHKORAN, Bogor – Bencana longsor di Kampung Sirnasari, Kelurahan Empang, Kota Bogor, menyisakan duka mendalam bagi Abah Edi Kusmayadi. Ada apa?

Abah Edi Kusmayadi menjadi saksi yang memilukan dalam bencana longsor di Kampung Sirnasari, Kelurahan Empang, Kota Bogor itu. Dia menyaksikan betapa putranya, Mustofa wafat dalam kondisi leher terjerat kawat.

Tak hanya Mustofa, Abah Edi Kusmayadi hingga kini juga belum menemukan istri dan cucu kesayangannya. Keduanya menjadi korban bencana longsor di Kampung Sirnasari pada Selasa 14 Maret 2023 malam itu.

Abah Edi Kusmayadi jadi satu di antara 11 warga yang selamat. Saat peristiwa itu terjadi, dia sedang pergi membeli susu untuk cucunya. Kini, dia diungsikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor.

“Saat kejadian longsor yang menimpa rumah, saya sedang membeli susu. Saat itu cucu saya nangis minta susu, jadi saya pergi beli,” katanya.

Begitu pulang, Abah Edi Kusmayadi menemukan fakta yang tak pernah dia perkirakan. Rumahnya sudah rata dengan tanah.

“Saya mnemukan seorang cucu saya yang besar, tergeletak dekat aliran sungai,” katanya kepada wartawan, Rabu 15 Maret 2023.

Abah Edi melanjutkan, setelah menemukan cucunya yang bernama Rival, segera dirinya menghampiri. Saat melihat kondisi Rival, keadaan penuh luka.

“Habis itu saya menemukan anak saya Mustofa dalam keadaan wafat dengan leher terjerat kawat. Yang saya lihat hanya kepalanya. Sisa badannya terkubur,” katanya.

Abah Edy Kusmayadi langsung lemas. Apalagi, istri dan cucunya yang kecil yang masih berumur delapan bulan belum ditemukan.

longsor yang menimpa lima rumah di bawah rel kereta api jalur Stasiun Batutulis-Sukabumi itu menyebabkan 17 korban, 11 korban di antaranya selamat, dua orang tewas tidak lama dari kejadian longsor dan empat orang belum ditemukan.

“Kami akan berusaha keras menemukan korban yang belum ditemukan. Kami harap warga tidak banyak berdatangan, karena bahaya,” kata Kepala BPBD Kota Bogor Theofilio Patrocinio Freitas. (rizki mauludi)


Editor : Zulfirman