Korban Bentrok di Mangkubumi Akhirnya Meninggal

Korban Bentrok di Mangkubumi Akhirnya Meninggal
TKP: Pihak Kepolisian saat berada di TKP insiden bentrokan di Jalan E.Z. Muttaqin, Mangkubumi yang tewaskan seorang remaja.

INILAH, Tasikmalaya- Seorang remaja berinisial IMM (16), warga Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, meninggal dunia setelah menjalani perawatan akibat luka berat yang dideritanya dalam insiden bentrokan di Jalan E.Z.

Muttaqin, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi.

Korban meninggal pada Rabu (2/9), beberapa hari setelah mengalami cedera serius di bagian kepala saat bentrokan yang terjadi pada Minggu (30/8) sekitar pukul 02.15 WIB.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Januar Rangga Fardhela mengatakan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan setelah menerima laporan kejadian tersebut.

Sejumlah langkah telah dilakukan, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP) hingga pemeriksaan para saksi.

“Kami masih melakukan penyelidikan terkait dugaan bentrok antara anggota salah satu geng motor dengan sekelompok orang tidak dikenal.

Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk dua rekan korban yang berada di lokasi saat kejadian,” ujar AKP Januar Rangga Fardhela, Kamis (3/9).

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, IMM saat kejadian berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Beat bersama dua rekannya, yakni ZG (18) dan RA (17).

Ketiganya diketahui berkendara bertiga serta menggunakan kendaraan yang dilengkapi knalpot tidak standar atau knalpot brong.

Saat melintas di lokasi kejadian, rombongan tersebut diduga terlibat bentrok dengan sekelompok orang yang hingga kini belum diketahui identitasnya.

Dalam peristiwa itu, IMM yang berada di posisi depan sepeda motor diduga menjadi sasaran pemukulan menggunakan benda tumpul.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka berat di bagian kepala dan tidak sadarkan diri di lokasi kejadian. Dua rekannya kemudian membawa IMM ke Rumah Sakit Hermina Tasikmalaya untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Meski sempat menjalani perawatan selama beberapa hari, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Polisi kini terus mengumpulkan alat bukti serta mendalami motif dan peran masing-masing pihak dalam insiden yang berujung maut tersebut.

Polres Tasikmalaya Kota juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian itu agar segera melapor guna membantu proses pengungkapan kasus.

Kasus ini kembali menjadi sorotan karena berkaitan dengan aktivitas kelompok geng motor yang kerap meresahkan masyarakat dan berpotensi memicu tindak kekerasan.

Polisi menegaskan akan mengusut tuntas perkara tersebut dan menindak tegas setiap pihak yang terbukti terlibat sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (n nurohman)


Editor : Inilahkoran