Korban Persaingan
KEPUTUSAN Igor Tolic melepas Saddil Ramdani bukan soal hilangnya sebuah kepercayaan. Ini tentang empati seorang pelatih kepada anak asuhnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh : Muhammad Ginanjar
Saddil Ramdani adalah pemain yang hidup dari atmosfer pertandinga Karakter bermainnya yang meledak-ledak, kecepatannya, dan gocekan mautnya membutuhkan ruang untuk berekspresi.
Namun, gemuknya skuad lini serang Persib musim ini—dengan kehadiran Ragnar Oratmangoen, Beckham Putra, Berguinho, Luka Menalo, hingga Mariano Peralta—membuat ruang bagi Saddil menjadi sangat sempit.
Igor Tolic melihat sesuatu yang redup dari sang pemain jika dipaksa terus menetap di bangku cadangan. Dia mengambil sebuah keputusan berani meski pada akhirnya tetap berbuah kontroversi.
Pelatih asal Kroasia ini lantas angkat bicara mengenai pesan perpisahan Saddil melalui akun instagram pribadinya.
Dia membenarkan bahwa pesan yang disampaikan merupakan bentuk ungkapan perasaan Saddil yang akan meninggalkan Persib.
Igor memastikan bertanggung jawab atas kepergian Saddil dari Persib meski hanya berstatus pinjaman.
Apalagi dia mengaku telah mendapatkan dukungan dari CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Glenn Sugita, Manajer Persib, Umuh Muchtar serta Sport Director PT PBB, Stanley Bernard.
“Terkadang saya mengambil keputusan, tapi ada panduan yang jelas dalam keputusan itu,” ujar Igor, Minggu (6/9).
Sejak awal, Igor berkeinginan untuk membuat para pemainnya merasakan kebahagiaan. Hingga membuat nilai dan reputasi sang pemain tetap baik.
“Kita berusaha mencari solusi terbaik. Kita juga sudah menemukan solusi terbaik untuk Dion (Markx), dan kita juga akan menemukan solusi terbaik untuk Saddil, serta untuk semua orang. Tapi harus ada kompromi. Harus ada solusi yang cocok untuk tim,” katanya.
Menurutnya, ini bukan mengenai pemain itu sendiri, melainkan tentang tim.
Sehingga ketika di akhir musim bisa dijadikan acuan untuk menghadapi musim selanjutnya.
“Kesalahan, analisis, dan perbaikan adalah satu-satunya cara. Jadi kamu melewati sesuatu untuk pertama kalinya, kamu memikirkannya, kamu melakukannya, kamu membuat kesalahan atau kamu melakukannya dengan baik, kamu menganalisis, kamu berkembang, dan kamu naik ke tingkat berikutnya,” tuturnya.
Namun saat ini, Igor merasa semua orang ingin memperbaiki sesuatu meski Persib belum memulainya.
Bahkan ia baru berusaha untuk mengaturnya.
“Untuk Saddil, kita doakan yang terbaik untuknya, agar dia bahagia di tim yang baru,” katanya.
Igor menjelaskan Saddil tidak mendapatkan menit bermain yang banyak pada musim lalu. Namun dia mendapatkan panggilan untuk membela Timnas Indonesia.
“Dan kita ingin yang terbaik agar dia bisa bermain.
Karena kita punya Ragnar (Oratmangoen), kita punya Beckham, kita punya Berguinho, kita punya (Luka) Menalo, kita punya (Mariano) Peralta semua itu pilihan solusi,” bebernya.
Igor meyakini kondisi ini tidak membuat Saddil bahagia, apalagi jika terus berada di bangku cadangan.
Sehingga dia memutuskan untuk meminjamkan pemain asal Muna, Sulawesi Tenggara itu ke tim lain.
“Apa solusinya? Dipinjamkan ke klub besar, lalu kamu bermain di sana, kamu buktikan dirimu. Pergi ke sana, cetak banyak gol, lalu masuk ke tim nasional, dan kembali ke Persib. Tapi sekarang semua tergantung padanya.
Jadi, kita doakan yang terbaik untuknya,” jelas Igor. (bsf)
Editor : Inilahkoran

