KPU Cirebon Hadirkan Program Sekolah Demokrasi bagi Pemilih Pemula

-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cirebon menghadirkan program Sekolah Demokrasi Caruban Nagari untuk memperkuat pendidikan demokrasi bagi pemilih pemula.

KPU Cirebon Hadirkan Program Sekolah Demokrasi bagi Pemilih Pemula
-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cirebon menghadirkan program Sekolah Demokrasi Caruban Nagari untuk memperkuat pendidikan demokrasi bagi pemilih pemula sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu.

INILAHKORAN.ID-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cirebon menghadirkan program sekolah demokrasi Caruban Nagari untuk memperkuat pendidikan demokrasi bagi pemilih pemula sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu.

Ketua KPU Kabupaten Cirebon Esya Karnia Puspawati mengatakan program tersebut dirancang untuk meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap hak serta kewajiban sebagai pemilih dan akan diluncurkan pada September 2026 sebagai bagian dari peringatan Hari Demokrasi.

sekolah demokrasi Caruban Nagari menjadi salah satu implementasi tugas KPU yang tidak hanya menyelenggarakan tahapan pemilu, tetapi juga melaksanakan pendidikan pemilih,” kata Esya di Cirebon, Rabu (15/7/2026).

Dia menjelaskan pendidikan pemilih bertujuan membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya demokrasi, berbeda dengan sosialisasi yang lebih berfokus pada tahapan dan teknis penyelenggaraan pemilu.

Esya menilai pemilih pemula menjadi kelompok yang perlu mendapatkan perhatian, karena baru memasuki usia menggunakan hak pilih dalam pemilu. Ia berharap melalui program tersebut, generasi muda memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya berpartisipasi dalam setiap proses demokrasi.

"Kami ingin pemilih pemula memiliki kesadaran tentang pentingnya pemilu sehingga terdorong datang ke tempat pemungutan suara dan menggunakan hak pilihnya," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa program sekolah demokrasi Caruban Nagari akan menggunakan metode pembelajaran hybrid dengan komposisi 50 persen tatap muka dan 50 persen pembelajaran secara daring.

Esya menilai bahwa pola tersebut dipilih agar materi pendidikan demokrasi dapat menjangkau lebih banyak peserta dengan tetap mengedepankan efektivitas pembelajaran.

Sebelum menghadirkan program itu, KPU Kabupaten Cirebon telah menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan, termasuk perguruan tinggi, untuk memperluas pendidikan pemilih.

Lebih lanjut, ia mengakui pihaknya sudah mendapatkan pengumuman hasil Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Triwulan I Tahun 2026 yang menempatkan KPU Kabupaten Cirebon pada kategori pelayanan sangat baik.

Ia menyebutkan berdasarkan survei terhadap 150 responden, KPU Kabupaten Cirebon memperoleh nilai IKM sebesar 91,90 atau masuk kategori A.

“Capaian itu menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperluas pendidikan demokrasi kepada masyarakat,” ucap dia.***


Editor : JakaPermana