Lansia Alami Luka Bakar Serius Usai Ledakan Tabung Gas di Duren Sawit, Jeritan Minta Tolong Pecahkan Kesunyian Subuh

Suasana tenang di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, mendadak berubah mencekam saat sebuah tabung gas elpiji 12 kilogram meledak di sebuah rumah kontrakan, Senin 21 Juli 2025 subuh.

Lansia Alami Luka Bakar Serius Usai Ledakan Tabung Gas di Duren Sawit, Jeritan Minta Tolong Pecahkan Kesunyian Subuh

INILAHKORAN - Suasana tenang di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, mendadak berubah mencekam saat sebuah tabung gas elpiji 12 kilogram meledak di sebuah rumah kontrakan, Senin 21 Juli 2025 subuh.

Dalam insiden ini, seorang perempuan lanjut usia berusia 80 tahun mengalami luka bakar serius di sekujur tubuh.

Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Abdul Wahid, mengatakan korban diketahui bernama Ibu Is, yang langsung dilarikan ke Rumah Sakit Islam Pondok Kopi setelah kejadian.

“Korban mengalami luka bakar serius hampir di seluruh tubuhnya. Kami menerima laporan sekitar pukul 07.40 WIB dan segera mengerahkan satu unit mobil damkar dengan tiga personel ke lokasi,” jelas Abdul.

Saat petugas tiba di tempat kejadian, api sudah berhasil dipadamkan oleh warga setempat. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan dan pencatatan di lokasi.

Salah satu saksi mata, Ponima (49), warga sekitar, menceritakan momen mengerikan yang ia alami pagi itu. Menurutnya, sekitar pukul 05.00 WIB, ia sempat mencium bau gas yang cukup menyengat.

“Tidak lama setelah saya mencium bau gas, terdengar suara ledakan yang sangat keras. Kami langsung keluar rumah dan mendengar suara minta tolong dari dalam rumah,” ucap Ponima.

Saat mengecek sumber suara, ia menemukan seorang perempuan lansia dalam kondisi memprihatinkan.

“Jidatnya luka, tubuhnya penuh luka bakar dan berdarah. Saya langsung bantu membersihkan lukanya sebisanya, sebelum dibawa ke IGD,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui pasti penyebab pasti kebocoran gas yang berujung ledakan tersebut. Pihak berwenang masih menyelidiki peristiwa ini guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.


Editor : Firda Rachmawati