LBP2 Jabar Gelar FGD, Aa Maung: Semua Elemen yang di Dunia Pendidikan Bisa Menterjemahkan Terkait Pungli

Lembaga Bantuan Pemantau Pendidikan (LBP2) Jawa Barat menggelar Forum Grup Diskusi (FGD) terkait dana pendidikan.

LBP2 Jabar Gelar FGD, Aa Maung: Semua Elemen yang di Dunia Pendidikan Bisa Menterjemahkan Terkait Pungli
Ketua Lembaga Bantuan Pemantau Pendidikan (LBP2) Jawa Barat Asep B Kurnia atau yang biasa disebut Aa Maung

INILAHKORAN, Bandung - Lembaga Bantuan Pemantau Pendidikan (LBP2) Jawa Barat menggelar Forum Grup Diskusi (FGD) terkait dana pendidikan.

Hal ini, baik itu Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menegah Pertama (SMP), Sekolah Menegah Atas (SMA), Sekolah Menegah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB). Kegiatan FGD terkait dana pendidikan digelar di Ballroom Grand Preanger, pada beberapa hari yang lalu.

Ketua LBP2 Jawa Barat Asep Bukhori atau yang biasa disapa Aa Maung mengatakan, bahwa semua elemen yang berkecimpung di dunia pendidikan bisa menterjemahkan, terkait pungutan atau sumbangan di sekolah-sekolah atau yang disebut dana pendidikan.

Baca Juga: Adanya Laporan Terkait PPDB, Aa Maung: Kita Akan Telusuri

Jadi baik pihak sekolah sendiri, lanjut dia, akan ada penyegaran terakait aturan yang ada, tentunya dalam hal ini mengenai pungutan atau sumbangan disekolah

"Alhamdulillah saya kira dari hasil FGD tersebut, saya sendiri bisa menyimpulkan bahwa sumbangan itu diperbolehkan khususnya yang berkaitan dana yang bersumber dari masyarakat, asalkan melalui aturan atau mekanisme sesuai dengan perundang-undangan," ucap Aa Maung, Kamis 14 Juli 2022.

Dia menambahkan, bahwa yang terjadi saat ini memang tidak sedikit sekolah kurang paham, sehingga aturan seharusnya atau tahapannya tidak dilalui terlebih dahulu.

Baca Juga: Terkait Pungutan Liar di SMKN 5 Bandung, Aa Maung Angkat Bicara

Kedepan, kata Aa Maung, semoga peraturan gubernur (Pergub) yang mengatur hal ini segera bisa dikeluarkan, agar payung hukum dan mekanisme kedepan tentang sekolah melakukan atau meminta sumbangan lebih jelas dan lebih detail secara tahapannya.

"Jadi ke depan, tidak terjadi lagi pandangan yang berbeda-beda dari semua pihak, guna tercapainya pendidikan yang lebih baik, maju, tertib secara aturan. Khususnya di Jawa Barat," pungkasnya.

Sebagai catatan, FGD menampilkan narasumber yang mempunyai kualifikasi dan kemampuan dibidangnya, serta yang berkecimpung di dunia pendidikan. Seperti, Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) Jawa Barat, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Barat, Aksi, Ombudsman Jawa Barat, Polda Jabar, Kejati Jabar serta tampil pula tokoh pendidikan dan inohong Jawa Barat seperti Cecep Darmawan serta Tjetje Padmadinata. *** (Okky Adiana)

 


Editor : inilahkoran