Legislator Bogor Bongkar 'Rahasia' Sukamakmur - Jonggol Jadi Ibu Kota Kabupaten Bogor Timur
Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Beben Suhendar mengungkap dibalik alasan penetapan Sukamakmur dan Jonggol jadi Ibu Kota Kabupaten Bogor Timur
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, ID - Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Beben Suhendar menuturkan alasan Kecamatan Sukamakmur - Kecamatan Jonggol menjadi ibu kota dari Kabupaten Bogor Timur.
Selain karena ketersediaan lahan, ternyata ujung timur Kabupaten Bogor seperti Kecamatan Sukamakmur butuh percepatan pembangunan.
"Kenapa tidak di Kecamatan Gunung Putri, karena kita butuh lahan setidaknya 50 hektare dan tanpa menjadi ibu kota, Gunung Putri sudah maju. Sementara, Sukamakmur - Jonggol, luas lahan tersedia dan mereka juga butuh status ibu kota atau pusat pemerintahan agar terjadi percepatan pembangunan," tutur Beben Suhendar kepada wartawan, Selasa, 30 Desember 2025.
Selain itu, Beben Suhendar menjelaskan, sejarah lahan dari calon pusat pemerintahan atau ibu kota Kabupaten Bogor Timur.
Politisi Partai Gerindra itu menuturkan, lahan seluas 50 hektare yang bakal menjadi pusat pemerintahan adalah milik PT Bukit Jonggol Asri (BJA) dengan alas hak Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB).
SHGB nomor 7 tersebut akan dihibahkan atau diserahkan secara sukarela ke Pemkab Bogor.
"Dulu PT BJA dapat dari PT Megaprima, PT Megaprima dapat over alih dari PT Perkebunan Nusantara XI Menteng yang merupakan perkebunan pohon karet," tuturnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Perencana Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda Litbang) Kabupaten Bogor Bambam Setia Aji mengatakan, Pemkab Bogor sedang menyiapkan lahan seluas 50 hektare untuk kompleks Pemerintahan Kabupaten Bogor Timur.
Lahan tersebut, berada di dua kecamatan yaitu Sukamakmur dan Jonggol. Dua kecamatan tersebut dipersiapkan menjadi ibu kota Kabupaten Bogor Timur.
"Kami sudah menyiapkan lahan seluas 56 hektare di kecamatan Sukamakmur dan Jonggol, untuk menjadi komplek perkantoran pemerintahan Kabupaten Bogor Timur," kata Bambam Setia Aji kepada wartawan, Senin 29 Desember 2025.
Bambam menuturkan, pada 2026 lahan tersebut akan dilakukan proses cut and fill lalu Pemkab Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum akan membangun infrastruktur jalannya.
"Pembangunan jalan kami lakukan tahun depan, di titik calon ibu kota Kabupaten Bogor Timur. Pembangunan komplek pemerintahan daerah atau kota baru akan kami lakukan secara bertahap," tuturnya.
Ia menjelaskan, pembukaan lahan baru komplek pemerintahan Kabupaten Bogor Timur akan mengedepankan harmonisasi lingkungan hidup.
Setiap jengkal Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang akan beeganti menjadi komplek pemerintahan daerah Bogor Timur akan diganti tiga kali lebih luas.
"Kami tidak ingin pembukaan lahan baru dan pembangunan malah merusak lingkungan dan berdampak negatif atau bermasalah di kemudian hari, termasuk proyek pemerintah daerah kalau mengunah LP2B maka harus diganti 3 kali lipat luasnya atau titiknya akan kita usulkan untuk digeser," jelasnya.
Editor : Ahmad Sayuti


