Lewat Program Pembinaan Agama dan Karakter, Mahasiswa Baru Unjani Dipersiapkan Menjadi Pemimpin di Masyarakat
Staf Ahli Gubernur Jawa Barat Bidang Kemasyarakatan dan SDM Siska Gerfianti mengatakan, program penguatan agama dan karakter di lingkungan perguruan tinggi bagi para mahasiswa menjadi hal penting yang harus dimiliki.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Staf Ahli Gubernur Jawa Barat Bidang Kemasyarakatan dan SDM Siska Gerfianti mengatakan, program penguatan agama dan karakter di lingkungan perguruan tinggi bagi para mahasiswa menjadi hal penting yang harus dimiliki.
Menurutnya, program pembinaan agama dan karakter itu bertujuan untuk memperkuat akhlak dan sifat terpuji bagi para mahasiswa. Sebab, kepandaian yang dimiliki di bidang pendidikan saja belum cukup tanpa bekal moral dan karakter yang kuat.
Sehingga, saat para mahasiswa terjun di masyarakat itu dengan bekal program pembinaan agama dan karakter diharapkan tidak akan terjadi penyalahgunaan ilmu yang dipelajari.
"Hari ini kami bersama-sama dengan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) membuka program pembinaan agama dan karakter mahasiswa baru tahun akademik 2022/2023," ujar Siska Gerfianti saat ditemui usai memberikan kuliah umum di Aula Fisip Unjani, Senin 6 Februari 2023.
Dalam kegiatan tersebut, jelas dia, pihaknya memperlihatkan seperti apa karakter-karakter baik yang harus dimiliki dan harus dihindari para mahasiswa.
"Ini dilakukan sebagai upaya perjuangan Indonesia menjadi negara adidaya 2045," ucapnya.
Selain itu, lanjut dia, dalam pendidikan pendidikan karakter Pemprov Jabar memiliki program Jabar Masagi di mana di dalamnya memberikan edukasi bagaimana agar para mahasiswa ini harus bisa sehat secara fisik, mental, cerdas secara intelegensi dan memiliki akhlakul karimah secara karakter maupun religi.
"Dalam Jabar Masagi ini kita hantarkan programnya lewat pola yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan mulai untuk pola jenjang SMP, SMA dan lain sebagainya," ujarnya.
Kendati demikian, lanjut dia, berbeda untuk di jenjang perguruan tinggi atau mahasiswa, seperti saat ini di mana pembinaan karakter ini juga diberikan melalui bela negara dan lainnya.
"Ini juga kita dorong agar tetap dilaksanakan supaya bangsa ini tumbuh dengan karakter yang baik, karena Indonesia ini terdiri atas berbagai suku, bahasa, budaya dan sebagainya," paparnya.
'Kalau kita hanya memperbesar perbedaan terus tentunya bisa bubar negara ini. Oleh karenanya, hari ini bagaimana kita juga harus bisa menjadi bangsa yang besar secara religius," sambungnya.
Meski begitu, untuk implementasi penguatan karakter seperti di Universitas Unjani ini bukan kali pertama dilakukan. Sebab, setiap tahunnya mahasiswa baru mendapat penguatan pendidikan karakter dengan tujuan melahirkan generasi cerdas muda yang pintar.
"Dengan begitu, para mahasiswa bisa memiliki karakter dan budaya Indonesia. Termasuk kecerdasan spiritual yang baik," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor (Warek) III Unjani Dewi Ratih Handayani mengatakan, untuk penguatan karakter telah diterapkan kepada para mahasiswa baru melalui bela negara dalam bentuk pendidikan latihan dasar kedisiplinan kepemimpinan yang dilakukan di Pusdiklat TNI AD.
Kemudian, dalam program yang dilaksanakan sekarang, yakni program pembinaan agama dan karakter dengan tujuan setelah landasan disiplin dan jiwa leadershipnya muncul, mereka harus memiliki karakter yang kuat dan diimbangi dengan landasan agama yang baik, akhlak dan budi pekerti yang baik.
"Jadi itu, yang kami harapkan untuk menjadi dasar bagi mereka saat menjadi pemimpin di masyarakat," ujarnya.
"Kegiatan tersebut menjadi program rutin tahunan yang sudah diagendakan oleh universitas melalui Direktorat Kemahasiswaan dan wajib diikuti seluruh mahasiswa," pungkasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani

