Listrik Padam, Pasokan Air PDAM Tirta Intan ke Ribuan Pelanggan di Garut Terhenti
Pelanggan PDAM Tirta Intan Kabupaten Garut di Kecamatan Garut Kota, Tarogong Kidul, dan Tarogong Kaler mengeluhkan pasokan air bersih terhenti selama beberapa jam sejak Rabu 28 Desember 2022 pagi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Garut - Pelanggan PDAM Tirta Intan Kabupaten Garut di Kecamatan Garut Kota, Tarogong Kidul, dan Tarogong Kaler mengeluhkan pasokan air bersih terhenti selama beberapa jam sejak Rabu 28 Desember 2022 pagi.
Dampak tak mengalirnya air minum PDAM Tirta Intan itu dirasakan pelanggan di Garut yang tak memiliki bak penampungan air.
"Beruntung, malam tadi bak mandi diisi penuh. Jadi pas pagi hari, air ledeng gak jalan, masih ada sediaan air di bak mandi. Jadi masih bisa untuk memasak. Tapi maju ke siang, kami udah enggak bisa apa-apa. Air di bak habis. Padahal anak-anak pada kumpul liburan," kata Tri, ibu rumah tangga warga Pataruman Kecamatan Tarogong Kidul.
Dia menyesalkan air minum PDAM masih juga belum mengalir kendati sudah melewati pukul 14.00 WIB.
Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Intan Kabupaten Garut Aja Rowikarim membenarkan pasokan air bersih itu terganggu karena ada permasalahan pompa di mata air Cipulus. Pompa tersebut tidak bisa berfungsi sebagai dampak matinya aliran listrik di area mata air Cipulus.
"Pompa di mata air Cipulus berhenti beroperasi sehingga aliran air ke pelanggan terganggu. Tim sudah bergerak dari subuh ke mata air Cipulus untuk melakukan perbaikan. Selama proses perbaikan, pelayanan air terhenti sementara," ujar Aja.
Menurut Aja, berdasarkan perhitungan, dibutuhkan waktu sekitar tiga jam, mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB untuk perbaikan pompa di mata air Cipulus itu.
Namun begitu, dikatakannya, untuk normalisasi pasokan air ke pelanggan pasca kejadian tersebut dibutuhkan waktu cukup lama. Sebab harus mengeluarkan udara yang terjebak di pipa-pipa jaringan ke pelanggan, sekaligus mengisi dahulu jaringan-jaringan pipa yang sebelumnya kosong.
Setelah semua jaringan terisi, baru air mengalir normal ke setiap konsumen. Udara terjebak di jaringan pipa dibuang melalui katup udara/air valve atau dibuang secara langsung di hidran kebakaran/fire hydrant.*** (zainulmukhtar)
Editor : Doni Ramdhani


