LPPM Unisba Gandeng APAI Lakukan Pemberdayaan Digital Marketing Kepada Perajin Sepatu Bandung
Tim PKM Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Islam Bandung (LPPM Unisba) mengedukasi para perajin sepatu di Kota Bandung
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Islam Bandung (LPPM Unisba) mengedukasi para perajin sepatu di Kota Bandung.
Kegiatan tersebut dilakukan LPPM Unisba dengan menggandeng Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi Kemendikbud-Ristek dengan fokus pemberdayaan para pengrajin sepatu yang terdampak pandemi Covid-19 di Kota Bandung.
Dalam melaksanakan kegiatan ini, tim PKM LPP Unisba merangkul Asosiasi Persepatuan Alas Kaki Indonesia (APAI) untuk berperan sebagai mitra PKM.
Baca Juga: Bantu Sesama, Delapan Relawan FK Unisba Berangkat ke Daerah Terdampak Erupsi Gunung Semeru
Ketua tim PKM Alhamuddin mengatakan, bahwa kegiatan ini ditujukan untuk membangun kembali ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, yang pada kesempatan ini difokuskan kepada para pengrajin sepatu di Kota Bandung.
Materi yang disampaikan disesuaikan dengan problematika yang dirasakan oleh para pengrajin, yaitu terkait pemasaran digital dan pemanfaatan e-commerce untuk meningkatkan penjualan UMKM sepatu.
"Kebanyakan dari mereka tidak dapat mengikut perkembangan teknologi, yaitu pemasaran yang dilakukan berbasis digital. Tim PKM telah melakukan survei pendahuluan dan berdiskusi dengan beberapa pengrajin, kemudian menyimpulkan perlu adanya peningkatan kualitas SDM dalam pemasaran sepatu berbasis digitali,” papar Alhamuddin, Kamis 30 Desember 2021.
Baca Juga: Foto: Rumah Isolasi di Kampus II Unisba
Menurut dia, para pengrajin yang mengikuti kegiatan ini diberikan arahan oleh narasumber terkait conten creator yang menjadi salah satu poin penting yang perlu dipersiapkan.
"Hal ini akan menjadikan konten dari produk-produk yang dipasarkan secara digital akan lebih menarik untuk dilihat dan dilirik oleh para konsumen, di samping kreasi-kreasi lainnya yang inovatif," ucapnya.
Ketua Asosiasi E-Commerce Indonesia Bima memberikan penawaran MoU dengan APAI untuk membantu para pengrajin dalam menjalankan usahanya, dan tawaran ini pun disambut hangat oleh Ketua APAI, Taufiqurrohman dan peserta lainnya.
Baca Juga: Viral Video Pemukulan Oknum Polisi ke Satpam Unisba, Begini Penjelasan Kapolrestabes Bandung
“Semoga ini menjadi langkah yang berkah untuk mengawali tahun 2022 mendatang”, ungkapnya.
Sebagai catatan, kegiatan PKM yang didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi Kemendikbud-Ristek ini diikuti para pengrajin sepatu yang berada di kota Bandung, yang sebagian besarnya tergabung dalam APAI. *** (Okky Adiana)
Editor : inilahkoran


