Masih Bertukar Data, Inspektorat Jabar Harap PPATK Segera Bantu Ungkap Informasi Terkait Judol
Inspektur Daerah Provinsi Jawa Barat Eni Rohyani mengatakan, saat ini pihaknya masih bertukar data dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan segera berharap dibantu mengungkapkan informasi terkait judi online (Judol).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Inspektur Daerah Provinsi Jawa Barat Eni Rohyani mengatakan, saat ini pihaknya masih bertukar data dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan segera berharap dibantu mengungkapkan informasi terkait judi online (Judol).
Eni menerangkan, pihaknya telah jauh hari meminta bantuan PPATK untuk memberikan informasi mengenai Judol di Jawa Barat.
"Ini karena mereka meminta ada data-data baru, seperti mereka tidak tah bahwa SMA, SMK, SLB itu masuk ke Pemprov. Ini juga kita lebih baik tunggu seperti apa, agar pemetaannya lengkap dulu," ujar Eni usai pembukaan Rapat Koordinasi FIDSI di Gedung Sate, Kota Bandung baru-baru ini.
Disinggung mengenai sekitar 800 ASN di lingkungan Pemprov Jabar yang terlibat Judol, Eni mengaku belum mengetahui meski Penjabat (Pj) Gubernur Bey Machmudin mendapatkan informasinya.
"Saya enggak paham, karena beliau (Bey Machmudin) kan di Kementrian Dalam Negeri. Kalau kita kan, masih mensinyalir. Makanya, yang kita keluarkan pertama-tama itu surat edaran," ucapnya.
Terlepas dari itu, ada hal lain yang diakui Eni sangat memilukan. Dimana ada sekitar 41 ribu anak di Jabar terlibat Judol, dengan nilai transaksi mencapai Rp49,8 miliar.
"Kita juga meminta kepada PPATK untuk membuka data lainnya, karena saya juga kaget tadi pagi ada yang bertanya tentang judi online yang dilakukan oleh anak. Ini kan kita juga kaget, kalau anak emang bikin akun rekeningnya seperti apa?," ungkapnya.
Dia pun mengimbau masyarakat untuk sama-sama mengawasi anak, supaya jangan sampai kecanduan Judol. Dimana menurutnya akan turut berdampak negatif terhadap persoalan lain di lingkungan.
"Kalau masyarakat itu, kalau kami paling juga nanti sifatnya imbauan," pungkasnya. ***
Editor : Ahmad Sayuti

