Melawan Beban
DUA laga tanpa kemenangan yang diraih Liverpool menambah berat beban yang harus dipikul Andoni Iraola. Alarm bahaya mulai menyala.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Bsafaat
Iraola sepertinya mulai menyadari, menjadi manajer Liverpool FC berarti menyerahkan ketenangan hidup kepada ekspektasi jutaan suporter. Dia kini benar-benar merasakan, betapa sulit menjalani sebuah masa transisi ekstrem.
Mantan Pelatih Bournemouth itu berharap peruntungannya datang kala Liverpool bertamu ke markas Ipswich Town, Portman Road, Sabtu (5/9) dini hari WIB. Dia berbekal dua hasil imbang yang membuat sebagian fans Liverpool berang.
Di bawah asuhan Iraola, Liverpool tampil ganas dalam menyerang namun lemah di sektor pertahanan.
Kebobolan empat gol dalam dua laga awal jadi bukti sahih.
Ketika datang ke Merseyside, Iraola selalu menginginkan permainan bertempo cepat yang agresif dan reaktif. Untuk itu, mereka harus bisa bertahan solid dalam seluruh babak, baik blok tinggi, tengah, maupun rendah.
Kenyataannya, pertahanan tim tuan rumah justru mudah ditembus, terutama pada paruh pertama.
”Kami bermain buruk di paruh pertama. Kami jauh lebih baik di paruh kedua, bangkit dua kali dari ketertinggalan, tetapi penampilan di paruh pertama itu yang membuat kami gagal menang. Kami cukup pasif saat tanpa penguasaan, membiarkan mereka melakukan operan,” kata Iraola.
Beruntung bagi Iraola, di tengah badai tekanan media dan tuntutan taktis, sisi humanis ruang ganti Liverpool menjadi penyelamat kewarasan sang pelatih.
Kapten tim, Virgil van Dijk, secara terbuka pasang badan dan menyatakan komitmen penuh untuk membantu masa transisi Iraola.
Bagi Iraola, kata-kata dukungan dari para pemain senior adalah oksigen di tengah atmosfer yang menyesakkan. Ia tahu ia tidak berjalan sendirian, sesuai dengan paspor abadi klub ini: You’ll Never Walk Alone.
Iraola sempat menitipkan pesan emosional kepada para pemainnya bahwa mereka harus memberikan segalanya di lapangan, menyamai gairah dan pengorbanan yang dilakukan oleh para suporter di tribun.
Kuda Hitam Baru Sementara itu, beberapa bulan lalu fans Ipswich mungkin hanya bermimpi untuk bisa bertahan di Premier League setelah memastikan tiket promosi. Namun, bursa transfer musim panas 2026 mengubah segalanya.
Ipswich Town melangkah ke pasar pemain bukan sebagai tim semenjana yang ketakutan, melainkan sebagai singa baru.
Catatan finansial mencatat Ipswich menghabiskan lebih dari £211 juta (sekitar Rp5,05 triliun)—sebuah angka fantastis yang bahkan melampaui raksasa Spanyol, Real Madrid.
Di balik angka-angka tersebut, ada harapan ribuan warga lokal yang biasa melihat traktor di ladang, kini bersiap menyaksikan talenta-talenta mahal dunia bertarung mengenakan jersi biru kebanggaan mereka.
Mereka tidak berniat untuk sekadar numpang lewat atau bermain bertahan; di bawah asuhan Gary O’Neil, Ipswich adalah tim yang siap menghibur dan memicu badai gol.
Ipswich Town punya modal yang cukup menarik saat bermain di kandang. The Tractor Boys menang 2-1 atas Sunderland pada laga pembuka sebelum menundukkan Leicester City 3-1 di EFL Cup.
Namun, performa mereka berubah drastis ketika bertandang ke markas Manchester United. Ipswich kalah telak 2-5 setelah sempat unggul melalui Leif Davis sebelum Bruno Fernandes mencetak hat-trick.
Kekalahan tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Gary O’Neil, terutama karena Ipswich kehilangan kendali setelah berada dalam posisi unggul. Mereka tentu tidak ingin kembali mengalami keruntuhan serupa ketika menghadapi Liverpool. (bsf )
5 LAGA TERAKHIR IPSWICH 30/08/26 Manchester United 5-2 Ipswich 26/08/26 Ipswich 3-1 Leicester 22/08/26 Ipswich 2-1 Sunderland 15/08/26 Union Berlin 2-4 Ipswich 08/08/26 Ipswich 3-0 Rayo Vallecano
5 LAGA TERAKHIR LIVERPOOL 29/08/26 Liverpool 2-2 Nottingham Forest 23/08/26 Newcastle 2-2 Liverpool 17/08/26 Liverpool 2-0 Como 16/08/26 Liverpool 0-0 Como 09/08/26 Liverpool 2-3 AS Monaco
HEAD TO HEAD 25/01/25: Liverpool 4-1 Ipswich 17/08/24: Ipswich 0-2 Liverpool 04/12/02: Liverpool 1-1 Ipswich 11/05/02: Liverpool 5-0 Ipswich 09/02/02: Ipswich 0-6 Liverpool
PRAKIRAAN PEMAIN Ipswich (4-2-3-1): Scherpen; O'Shea, Diop, Greaves, Davis; Nunez, Lukic; Fatawu, Enciso, Maeda; Akpom Pelatih: Gary O'Neil
Liverpool (4-2-3-1): Alisson; Frimpong, Jacquet, Van Dijk, Kerkez; Mac Allister, Szoboszlai; Gakpo, Wirtz, Munoz; Isak Pelatih: Andoni Iraola
Editor : Inilahkoran

