Membuka Jendela Dunia lewat Buku Bermutu

LITERASI menjadi fondasi penting membangun generasi unggul. Pemerintah pun menggandeng berbagai pihak untuk memperluas akses buku berkualitas.

Membuka Jendela Dunia lewat Buku Bermutu
DISTRIBUSI BUKU: Kemendikdasmen di Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah pada Jumat (31/7) secara simbolis mulai mendistribusikan sebanyak 5,54 juta eksemplar buku bacaan bermutu ke 24.609 sekolah tingkat SD dan SMP di seluruh Indonesia.

Setiap lembar buku menyimpan jendela menuju dunia yang lebih luas. Dari halaman-halaman sederhana itulah rasa ingin tahu tumbuh, imajinasi berkembang, dan pengetahuan perlahan membentuk masa depan seorang anak.

Kesadaran itulah yang terus didorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Pemerintah memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas ketersediaan buku bacaan bermutu sekaligus menumbuhkan budaya literasi di kalangan murid Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan, upaya menghadirkan pendidikan bermutu tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Dukungan pemerintah daerah, dunia usaha, hingga masyarakat menjadi bagian penting agar semakin banyak anak memperoleh akses terhadap bacaan berkualitas.

“Kami berusaha dengan segala kemampuan agar minat baca anak dapat ditingkatkan. Bersama mitra, termasuk Pura Barutama dan PT Mars Akbar Mandiri, kami berharap program ini berjalan lancar dan memberi manfaat bagi anak-anak Indonesia,” ujar Mu’ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta Pusat, Minggu (2/8).

Menurutnya, penyediaan buku bacaan bermutu bukan sekadar memenuhi kebutuhan belajar di sekolah. Kebiasaan membaca juga menjadi bekal penting karena tidak semua pengetahuan dapat diperoleh melalui pembelajaran di ruang kelas yang memiliki keterbatasan waktu dan ruang.

Selain menghadirkan buku cetak, Kemendikdasmen juga mengembangkan layanan Rumah Pendidikan. Melalui platform tersebut, guru dan murid dapat mengunduh buku teks maupun nonteks secara gratis dalam bentuk buku digital, buku audio, hingga buku video.

Dengan akses yang semakin luas, pemerintah berharap sumber belajar berkualitas dapat dinikmati lebih banyak peserta didik di berbagai daerah.

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi (Bakom) RI Hariqo Wibawa Satria mengapresiasi langkah Kemendikdasmen yang turut menyediakan buku berhuruf braille serta sumber belajar berbentuk audio dan video bagi anak berkebutuhan khusus.

“Upaya ini harus terus diperkuat sebagai bagian dari peningkatan mutu literasi nasional,” katanya. (gin)


Editor : Inilahkoran