Menjaga Air Tetap Mengalir
PERTUMBUHAN Kota Bogor ikut meningkatkan kebutuhan air bersih. Tirta Pakuan pun memperkuat reservoir untuk menjaga layanan tetap stabil.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh : Rizki Mauludi
Pagi belum terlalu tinggi ketika kebutuhan air mulai meningkat. Keran dibuka, aktivitas rumah tangga dimulai, dan air menjadi bagian yang nyaris tak pernah dipikirkan selama alirannya tetap lancar.
Namun, menjaga air tetap mengalir hingga ke rumah pelanggan bukan perkara sederhana. Di balik satu keran yang mengucurkan air, ada jaringan pipa, pompa, reservoir, serta sistem distribusi yang harus bekerja secara terukur.
Persoalan itulah yang coba dijawab Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor melalui optimalisasi Reservoir Merdeka. Infrastruktur yang berada di Jalan Merdeka, Kecamatan Bogor Tengah, tersebut diperkuat untuk menjaga layanan air minum di Zona 4.
Direktur Operasional Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Dani Rakhmawan mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas (K3) pelayanan air minum kepada masyarakat.
Reservoir Merdeka memiliki kapasitas penampungan 3.000 meter kubik. Fungsinya bukan sekadar menjadi tempat menampung air, tetapi juga sebagai penyangga ketika kebutuhan pelanggan meningkat.
“Kami melakukan optimalisasi Reservoir Merdeka untuk memperkuat keandalan pasokan air bersih bagi pelanggan di Zona 4,” kata Dani, Senin (10/8).
Zona 4 menjadi salah satu wilayah yang memiliki tantangan tersendiri. Pertumbuhan jumlah pelanggan berlangsung cukup pesat, sementara kondisi kontur wilayahnya beragam.
Pada jam-jam ketika konsumsi meningkat, kondisi tersebut dapat memengaruhi tekanan air. Persoalan juga dapat muncul di titik-titik paling ujung jaringan atau dead end yang berpotensi mengalami fluktuasi kontinuitas aliran.
Karena itu, penguatan infrastruktur menjadi kebutuhan penting. Reservoir diposisikan sebagai penyeimbang agar air tidak hanya tersedia, tetapi juga dapat didistribusikan dengan tekanan yang lebih stabil.
Optimalisasi dilakukan melalui sejumlah langkah teknis. Di antaranya penataan ulang sistem perpipaan, pengaturan Pressure Reducing Valve (PRV), hingga digitalisasi pemantauan debit air.
“Reservoir ini berfungsi sebagai penyeimbang untuk menjaga stabilitas tekanan dan memastikan distribusi air lebih merata,” ujar Dani.
Dengan kapasitas 3.000 meter kubik, reservoir juga disiapkan sebagai cadangan ketika konsumsi meningkat, terutama pada pagi dan sore hari. Cadangan tersebut diharapkan mampu menjaga kontinuitas layanan hingga 24 jam.
Keberadaan reservoir juga menjadi penting ketika jaringan utama harus menjalani pemeliharaan. Pasokan cadangan dapat membantu mengurangi dampak gangguan kepada pelanggan.
Di sisi lain, optimalisasi tidak hanya berbicara tentang menambah cadangan air. Tirta Pakuan juga berupaya membuat pengoperasian reservoir lebih efisien.
Pola pengisian dan pengurasan diatur secara terukur untuk menekan potensi air terbuang atau Non-Revenue Water (NRW). Pengaturan tersebut sekaligus diharapkan dapat menghemat konsumsi energi pompa.
Bagi pelanggan, seluruh proses teknis itu bermuara pada sesuatu yang sederhana: air yang tetap mengalir ketika dibutuhkan.
Pelanggan di Zona 4 diharapkan tidak lagi terlalu khawatir terhadap penurunan debit pada jam-jam sibuk. Ketika terjadi gangguan teknis pada sumber utama, cadangan air di reservoir juga dapat dimanfaatkan lebih cepat.
Dani mengatakan perbaikan keandalan layanan pada akhirnya tidak hanya menyangkut urusan teknis. Ada kepercayaan masyarakat yang ikut dipertaruhkan. (gin)
Editor : Inilahkoran


