Bangunan Liar Kircon Dibongkar: Jalan Bersih Pedagang Beralih

RUANG publik perlahan dikembalikan kepada fungsinya. Di sisi lain, pedagang disiapkan tempat usaha yang lebih layak.

Bangunan Liar Kircon Dibongkar: Jalan Bersih Pedagang Beralih
TERTIBKAN BANGLI: Penataan ruang publik di Kota Bandung kembali dilakukan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kota Bandung, menertibkan bangunan liar (bangli) dan pedagang kaki lima (PKL) yang memanfaatkan ruang milik jalan (rumija) di kawasan Kiaracondong, Senin (10/8).

Oleh : Yuliantono

Trotoar yang selama ini dipenuhi aktivitas perdagangan perlahan kembali menemukan fungsinya. Bahu jalan yang menjadi tempat mencari nafkah sejumlah pedagang juga mulai dikosongkan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kota Bandung melakukan penataan kawasan Kiaracondong, Senin (10/8).

Penertiban dilakukan dari kawasan perempatan Cicadas hingga sekitar Puskesmas Kiaracondong. Bangunan liar dan pedagang kaki lima yang memanfaatkan ruang milik jalan (rumija) ditertibkan.

Tujuannya, agar jalan kembali menjadi ruang transportasi dan trotoar dapat digunakan sebagaimana mestinya oleh pejalan kaki.

Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, penataan tersebut merupakan bagian dari arahan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi untuk mengembalikan fungsi ruang publik.

“Rumija, ruang milik jalan harus dikembalikan ke fungsinya. Jalan untuk transportasi, kemudian trotoar untuk pejalan kaki,” ujar Herman.

Namun, di balik penertiban itu ada persoalan lain yang tidak kalah penting. Para pedagang yang selama ini menggantungkan penghasilan dari trotoar dan bahu jalan harus menemukan tempat baru untuk melanjutkan usaha.

Pemerintah mengaku menyadari persoalan tersebut. Karena itu, penataan tidak hanya berhenti pada pembongkaran bangunan dan pemindahan pedagang, tetapi juga disertai upaya menyediakan ruang usaha pengganti.

“Tentu ada dampak, salah satunya bagaimana nasib saudara-saudara kita yang berjualan, yang selama ini berjualannya di bahu jalan, berjualannya di trotoar. Hari ini kita tertibkan,” ucapnya.

Salah satu pilihan yang disiapkan adalah Pasar Bandung Trade Mall (BTM). Pemerintah menyebut tersedia sekitar 800 kios, sementara jumlah pedagang yang terdampak penertiban di kawasan Kiaracondong berada di kisaran 150 orang.

“Di Pasar BTM ada 800 ruang untuk 800 para pedagang. Yang kita tertibkan 100-an lebih. Jadi, bukan tanpa solusi, kami siapkan solusinya,” kata Herman. (gin)


Editor : Inilahkoran