Merangkul 'Juragan Gelap

MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memilih cara persuasif duduk satu meja dengan para bos rokok ilegal demi merangkul mereka masuk ke ekosistem legal

Merangkul 'Juragan Gelap
DISKUSI: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menemui sejumlah pengusaha rokok ilegal untuk mendiskusikan rencana peralihan ke ekosistem legal.

Pengakuan mengejutkan terucap dari mulut Purbaya. Sang bendahara negara secara blak-blakan mengaku telah mengadakan pertemuan informal dengan sejumlah pengusaha rokok ilegal yang selama ini menjadi target buruan aparat.

Selama ini, produsen rokok tanpa pita cukai adalah musuh bersama karena menggerus pendapatan kas negara. Namun, di mata Purbaya, mereka juga manusia. Mereka adalah para pengusaha kecil yang sering kali terjepit oleh rumitnya regulasi dan mahalnya tarif cukai.

Alih-alih langsung menurunkan tim penindak untuk merazia pabrik rumahan, Purbaya memilih pendekatan dari hati ke hati. Ia mengundang para "juragan gelap" ini untuk berdiskusi.

"Saya tanya concern mereka apa, ininya apa, maunya gimana saya tanya," kenang Purbaya dengan nada santai saat ditanya wartawan.

Dalam pertemuan rahasia tersebut, suasana tegang perlahan mencair. Para pengusaha yang biasa hidup dalam bayang-bayang ketakutan digerebek petugas, akhirnya bisa menumpahkan keluh kesah mereka langsung kepada sang menteri.

Mereka bercerita tentang sulitnya bersaing dengan industri besar, mahalnya operasional, hingga kendala perizinan yang membuat mereka terpaksa menempuh jalur ilegal demi menyambung hidup ratusan pekerja lokal.

Purbaya lantas memberikan kesempatan kepada para pengusaha tersebut untuk mengikuti skema yang disiapkan pemerintah.

Namun, bila mereka menolak untuk menjalankan peraturan yang ditetapkan nantinya, Purbaya menyampaikan akan memberikan sanksi tegas.

“Saya kasih, kira-kira gini, saya akan coba buka layer baru rokok, cukai rokok. Anda masuk ke situ, Anda ikuti kesempatan yang diberikan pemerintah. Setelah itu, ya sudah, kalau nggak masuk juga, kami berantas habis. Jadi, ada fair game,” ujarnya menambahkan.

Sementara terkait rencana penerapan layer cukai baru, Purbaya menyebut akan mendiskusikannya bersama DPR usai pembahasan mengenai Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 rampung.

Sebelumnya, Menkeu Purbaya menyampaikan pihaknya menyiapkan alat pendeteksi pita cukai palsu guna mengoptimalkan pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal.

“Kami akan menerapkan teknologi baru, namanya track and trace, dari satu perusahaan kerja sama dengan PERURI. Nanti di situ cukainya nggak bisa dipalsu,” kata Purbaya.

Menurut Purbaya, teknologi itu menggunakan pemindai khusus yang bisa mendeteksi cukai palsu. Pemindai ini nantinya juga bisa digunakan melalui handphone, dengan fitur yang bisa mendeteksi asal peredaran rokok ilegal tersebut.

Purbaya berencana menaruh teknologi itu di sejumlah pabrik rokok besar. Teknologi track and trace ini akan terkoneksi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kemenkeu sehingga peredaran cukai palsu dapat dideteksi secara waktu nyata.

Ke depan, permainannya seperti itu kami harapkan akan berkurang. Kalau bisa sih dihilangkan semua,” ujar Purbaya. (bsf)


Editor : Inilahkoran