Meski Rampung 100 Persen, Kontraktor Proyek Pembangunan RSUD Bogor Utara Didenda Rp8 Miliar

Kontraktor pembangunan RSUD Bogor Utara didenda Rp8 miliar karena keterlambatan meskipun pembangunan selesai 100 persen

Meski Rampung 100 Persen, Kontraktor Proyek Pembangunan RSUD Bogor Utara Didenda Rp8 Miliar
Karena keterlambatan dalam proses pemvangunan Gedung A RSUD Bogor Utara kontraktor didenda Rp8 miliar sebagai sanksi.

INILAHKORAN, Parung - Setelah diberikan kompensasi waktu dan perpanjangan waktu hingga dua kali, pembangunan RSUD Bogor Utara (Gedung A) akhirnya tuntas 100 persen.

Karena keterlambatan pekerjaannya, PT. Jaya Semanggi Enjineering sebagai kontrakrto pembanguan RSUD Bogor Utara pun diberikan sanksi denda hampir Rp8 miliar oleh Pemkab Bogor, uang hasil sanksi denda tersebut pun dikembalikan ke rekening kas daerah Pemprov Jawa Barat.

"PT. Jaya Semanggi Enjineering (JSE) sebagai kontraktor kami berikan sanksi denda hampir Rp8 miliar karena keterlambatan pekerjaan pembangunan Gedung A RSUD Bogor Utara, dan uang tersebut kami kembalikan ke Pemprov Jawa Barat karena anggaran proyel pembangunan rumah sakit tersebut dari pagu anggaran bantuan keuangan (Bankeu)," tegas Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Ani Bestari Harahap kepada wartawan, Senin 13 juni 2022.

Baca Juga: RSUD Bogor Utara Jadi Visi Misi Bupati Bogor, Asep Wahyuwijaya Bingung Anggarannya Malah Minta ke Pemprov

Diwawancarai terpisah, Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan menuturkan walaupun ada kendala pekerjaan, Pemkab Bogor tetap berkeinginan untuk memfungsikan Gedung A RSUD Bogor Utara sebagai poliklinik.

"Tahun ini dengan anggaran sekitar Rp 30 miliar, kami akan melengkapi Gedung RSUD Bogor Utara dengan alat kesehatan dan lainnya. Kami ingin masyakat Kecamatan Parung dan sekitarnya, bisa berobat atau mendapatkan layanan kesehatan rawat jalan di rumah sakit tersebut," tutur Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan.

Selain melakukan pengadaan alat kesehatan, Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan juga akan melakukan pembebasan atau sewa atas lahan seluas 3.5000 untuk selanjutnya dibangun jalan dengan lebar 7 meter dan panjang 500 meter.

Baca Juga: Operasi Patuh Lodaya 2022, Ini Sasaran dan Terget Penindakan Satlantas Polresta Bogor Kota

"Karena saat ini belum terbangun akses jalan menuju RSUD Bogor Utara, kami berencana melakukan sewa atau pembebasan lahan milik developer perumahan PT. Karunia Mina Sejahtera," terang Iwan sapaan akrabnya.

Politisi Partai Gerindra tersebut menjelaskan akan merapatkan kembali rencana soft launching RSUD Bogor Utara yang akan dilaksanakan pada Bulan Desember Tahun 2022.

Sementara itu, proyek pembangunan Gedung A RSUD Bogor Utara yang baru tuntas dilaksanakan beberapa waktu lalu, masih dalam tahap pemeliharaan selama enam bulan.

Baca Juga: Diduga Korsleting Listrik, 15 Kios di Pasar Induk Jambu Dua Kota Bogor Ludes Terbakar

"Mudah-mudahan, Bulan Desember tahun ini Gedung A RSUD Bogor Utara yang berfungsi sebagai rawat jalab atau polikliinim bisa di soft launching," jelasnya. (Reza Zurifwan)


Editor : inilahkoran