Min Hee Jin Dituduh Lakukan Plagiarisme untuk Logo Agensi Barunya OOAK

Netizen tuduh Min Hee Jin lakukan plagiarisme untuk nama agensi baru dan logonya.

Min Hee Jin Dituduh Lakukan Plagiarisme untuk Logo Agensi Barunya OOAK
Logo agensi baru Min Hee Jin yang diduga plagiarisme.

INILAHKORAN, Bandung - Setelah umumkanbuat Agensi Baru OOAK, Min Hee Jin kini dituduh lakukan Plagiarisme.

Mantan CEO ADOR Min Hee Jin yang pernah dipuji sebagai salah satu direktur kreatif K-Pop yang paling berpengaruh, sekali lagi menjadi fokus perdebatan daring yang sengit.

Kali ini perdebatan terjadi atas dugaan Plagiarisme yang terkait dengan Agensi hiburan yang Baru diumumkan Min Hee Jin, OOAK.

Awal bulan ini, Min Hee Jin menjadi berita utama setelah mengungkapkan bahwa dia telah mendirikan perusahaan Baru, yang awalnya dikabarkan bernama OK.

Namun, unggahan Instagram Min Hee Jin selanjutnya menunjukkan adanya perubahan dalam branding.

Dalam serangkaian unggahan minimalis yang sarat desain, Min Hee Jin meluncurkan rancangan Logo Baru dengan nama lain OOAK.

Di mana OOAK, menurutnya merupakan singkatan dari "Only One Always Known" (Hanya Satu yang Selalu Diketahui).

Akronim dan visual yang menyertainya langsung menarik perhatian. Salah satu desainnya menampilkan motif Sidik jari, simbol yang sering digunakan untuk mewakili identitas dan individualitas.

Meskipun tujuannya tampak mencerminkan gaya branding Min Hee Jin yang terkenal ramping, simbolis, dan berbasis konsep, hal itu segera memicu kontroversi yang tak terduga.

Tak lama setelah postingannya viral, sebuah utas di forum online populer Theqoo mulai beredar dengan judul "Logo Agensi Baru Min Hee Jin Terlihat Familiar".

Unggahan tersebut berisi beberapa gambar perusahaan dan proyek yang sudah ada yang menggunakan akronim OOAK yang umumnya merupakan singkatan dari "One Of A Kind".

Beberapa Logo ini, yang juga dibuat dengan pola mirip Sidik jari atau tipografi membulat, memiliki kemiripan yang mencolok dengan desain Min Hee Jin.

Unggahan tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial, memicu tuduhan luas atas ketidakorisinilan dan Plagiarisme desain.

Netizen menyuarakan rasa frustrasi mereka, mengingat bagaimana Min Hee Jin sebelumnya menekankan orisinalitas dan menuduh orang lain menjiplak ide-ide kreatifnya selama di ADOR. Banyak yang menganggap dugaan tumpang tindih ini sebagai bentuk ironi.

“Dulu dia mengkritik orang lain karena menjiplak karyanya sekarang dialah yang dituduh,” begitu bunyi salah satu komentar.

Reputasi Min Hee Jin sebagai visioner kreatif berawal dari masa baktinya di SM Entertainment, di mana dia berperan penting dalam mengembangkan estetika konseptual grup-grup seperti f(x), EXO, dan Red Velvet.

Kemudian, sebagai CEO ADOR, Min Hee Jin mengawasi debut NewJeans, mendefinisikan ulang visual K-Pop dengan konsep retro yang bersahaja dan minimalis Y2K.

Karena warisan ini, ekspektasi terhadap langkah selanjutnya sangat tinggi. Banyak penggemar berharap Agensi barunya akan mencerminkan tingkat orisinalitas yang sama yang mewarnai kariernya.

Namun, kontroversi Logo OOAK justru memicu kekecewaan di antara para pendukung yang sebelumnya menganggap Min Hee Jin sebagai simbol keaslian desain di K-Pop.

Sementara sebagian besar reaksi daring condong kritis, sebagian kecil penggemar membela Min Hee Jin, dengan menyatakan bahwa tumpang tindih desain tersebut bisa jadi hanya kebetulan, mengingat meluasnya penggunaan merek minimal dalam desain perusahaan modern.

“Hanya ada beberapa cara untuk membuat Logo Sidik jari,” tulis seorang pengguna.

"Masih terlalu dini untuk menyebutnya Plagiarisme sebelum konfirmasi resmi," tambah yang lain.

Namun, sentimen yang lebih luas di dunia maya tetap skeptis. Komentar seperti "Begitulah kejeniusan kreatifnya" dan "Dia tidak memenuhi standarnya sendiri" mencerminkan betapa cepatnya opini publik dapat berubah, terutama bagi sosok yang identitasnya dibangun di atas perbedaan kreatif.

Hingga saat ini, Min Hee Jin belum merilis pernyataan resmi terkait tuduhan Plagiarisme tersebut.

Belum jelas juga apakah OOAK merupakan nama akhir Agensi barunya atau salah satu dari beberapa konsep desain yang sedang ditinjau.***


Editor : Irma Nurfajri