Muhammad Farhan Tegaskan Kendali Inflasi dan Dukungan UMKM di Bulan Suci

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kota berupaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok

Muhammad Farhan Tegaskan Kendali Inflasi dan Dukungan UMKM di Bulan Suci
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kota berupaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok

INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kota berupaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan pakaian agar inflasi tetap terkendali serta daya beli masyarakat terlindungi.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta Dinas KUMKM, dituturkan ia turun langsung memantau ketersediaan dan distribusi barang di berbagai titik perdagangan. Langkah itu, dilakukan mencegah lonjakan harga yang biasa terjadi saat Ramadan.

“Ketersediaan bahan pangan menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas harga. Jika suplai terjaga dan distribusi tidak terhambat, maka potensi kenaikan harga yang berlebihan dapat ditekan. Pengawasan dilakukan dengan berkeliling pasar dan pusat distribusi, juga memperkuat koordinasi dengan distributor dan pelaku usaha agar rantai pasok tetap lancar," kata Farhan, Selasa 17 Februari 2026.

Tak hanya bahan pokok, pemerintah kota juga memperhatikan harga pakaian mengingat tradisi membeli busana baru saat Lebaran. Ia menjelaskan, lonjakan harga pakaian bisa berdampak pada pola konsumsi masyarakat setelah Idulfitri terutama saat mereka menghadapi kebutuhan pendidikan seperti pendaftaran murid baru dan pembelian seragam sekolah.

“Ini siklus tahunan yang rutin kita amati. Setelah belanja Lebaran, masyarakat akan bersiap masuk tahun ajaran baru. Jangan sampai daya beli tergerus karena harga tidak terkendali,” ucapnya.

Pemantauan harga, menurut Farhan dilakukan tidak hanya menjelang hari besar keagamaan. Namun juga mempertimbangkan siklus ekonomi masyarakat secara menyeluruh. Pendekatan tersebut, diharapkan mampu menyeimbangkan kebutuhan konsumen dan keberlangsungan usaha.

Selain itu, Ramadan juga dijadikan momentum untuk mendorong sektor UMKM. Ia menyebut, pemerintah kota menghadirkan kegiatan yang dapat meningkatkan perputaran ekonomi lokal. Salah satunya buka puasa bersama di kawasan Masjid Raya Bandung.

Kegiatan itu, selain mempererat silaturahmi. Juga memberi peluang bagi pelaku UMKM kuliner untuk menawarkan berbagai makanan berbuka dengan harga terjangkau. “Di kawasan Masjid Raya Bandung, banyak pelaku UMKM kuliner yang menawarkan aneka makanan berbuka dengan harga terjangkau,” ujar dia.

Kehadiran masyarakat di kawasan Masjid Raya Bandung, diharapkan dapat meningkatkan omzet pedagang selama Ramadan. Farhan menekankan, pemerintah kota ingin bulan suci tahun ini menjadi momen kebersamaan sekaligus penguatan ekonomi kerakyatan.

Dengan menghidupkan ruang publik dan pusat kegiatan warga, UMKM dapat merasakan langsung manfaatnya. Selain itu, kolaborasi lintas dinas terus diperkuat agar pengendalian inflasi dan pemberdayaan UMKM berjalan beriringan, stabilitas harga terjaga dan ruang usaha tetap berkembang.

"Masyarakat dapat menjalani Ramadan dan Lebaran dengan tenang. Harga kebutuhan pokok tetap terkendali, dan pelaku UMKM lokal semakin berkembang sebagai tulang punggung ekonomi Kota Bandung,” tandasnya.***


Editor : JakaPermana