Kyai Pembaca Doa sampaikan Klarifikasi, Massa Aksi Pendukung Anies Presiden 2024 Mengaku Dibayar

Massa aksi beri klarifikasi terkait keikut sertaan dalam membaca doa pada aksi Anies Presiden 2024 di Monas

Kyai Pembaca Doa sampaikan Klarifikasi, Massa Aksi Pendukung Anies Presiden 2024 Mengaku Dibayar
Kyai Pembaca Doa sampaikan Klarifikasi, Massa Aksi Pendukung Anies Presiden 2024 Mengaku Dibayar

INILAH KORAN, Bandung – Sebuah video klarifikasi dari seorang massa aksi pendukung Anies Presiden 2024 beredar di media sosial.

Orang yang memberikan klarifikasi tersebut meruapakan ustadz yang membaca doa dalam aksi Anies Presiden 2024.

Dalam video klaridikasi itu, dia meminta maaf ke Front Persaudaraan Islam atau FPI atas kehadirannya dalam aksi dukung Anies Presiden 2024.

Baca Juga: Ini Wajah Lilibet Diana yang Diperlihatkan Pangeran Harry dan Megan Markle di Perayaan Platinum Jubilee

Video tersebut diunggah di akun Twitter @DPP_LIP pada Senin 6 Juni 2022. Pria bersorban itu menyampaikan kronologi kehadirannya dalam aksi itu.

Dalam video itu, pria yang mengaku atas nama KH. Khoirul Anam itu meminta maaf kepada Front Persaudaraan Islam atau FPI.

Dia membeberkan kronologi sehingga dirinya hadir dalam aksi Anies Presiden 2024 yang berlangsung di Monas tersebut.

Baca Juga: Wali Kota Bandung dan Persib Berharap Bisa Gunakan Stadion GBLA di Piala Presiden 2022

“Atas nama Al-Fakir KH. Khoirul Anam meminta maaf kepada Front Persaudaraan Islam. Malam ini saya menyatakan, pertama, kronologis yang sesungguhnya,” ucap Khoirul Anam.

Dia mengaku ditelepon oleh seseorang bernama Eddy untuk hadir membacakan doa di Monas. Sehingga dia pun mengajak santrinya untuk ikut ke acara tersebut.

“Malam saya ditelepon oleh bapak Eddy jam sembilan disuruh baca doa di Monas. Pagi-pagi saya mengajak para jemaah dan santri ke Monas,” ungkapnya.

Baca Juga: Kebut Distribusi STB Gratis untuk Masyarakat Miskin, Menkominfo Instruksikan Ini

Sesampainya di lokasi yang dituju, Anam mengaku kaget lantaran ada mobil komandi yang membagikan bendera FPI.

“Sementara saya tidak melihat pengurus, tokoh besar FPI yang berada di lokasi tersebut,” ucap Khoirul Anam saat membeberkan kronologi tersebut.

Atas kejadian ini, Khoirul Anam pun merasa tertipu dan dibohongi serta diperalat oleh orang bernama Eddy tersebut.

Baca Juga: Di Depan ASN, Iwan Setiawan Tegaskan Ingin Terus jadi Plt Bupati Bogor Hingga Desember 2023

“Saya merasa tertipu dan dibohongi dan diperalat oleh orang tersebut (Pak Eddy),” tuturnya.

Pada video klarifikasi itu pun, Anam mengatakan bahwa saat akan pulang setiap jamaah yang hadir di lokasi itu diberi uang sebesar Rp150 ribu oleh orang bernama Eddy tersebut.

“Selesai acara tersebut, maka para jamaah selesai jam 11.30 maka kami pulang. Maka Bapak Eddy mengasihkan uang tiap-tiap jamaah, tiap orang dikasih Rp150 ribu,” ungkap Anam.***

 


Editor : inilahkoran