Kebut Distribusi STB Gratis untuk Masyarakat Miskin, Menkominfo Instruksikan Ini
Menkominfo Johhny G Plate menginstruksikan pembentukan tim khusus untuk mempercepat STB kepada masyarakat miskin.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Menkominfo Johnny G Plate langsung menginstruksikan pembentukan tim khusus untuk mempercepat distribusi Set Top Box (STB) kepada masyarakat miskin.
Pendistribusian STB jadi faktor terpenting di balik peralihan dari TV analog ke TV digital yang digelorakan pemerintah.
Menkominfo Johnny G Plate berharap, tim khusus nantinya bisa berkoordinasi sekaligus turut menyeleksi data-data calon penerima bantuan STB.
Baca Juga: Jabar Saber Hoaks: Inilah Deretan Kepala Daerah di Jabar Yang Mengalami Pencatutan Nama di Medsos
"Makin cepat, makin baik. Saya harap setelah ini langsung dibentuk timnya dan bisa langsung koordinasi untuk memasukkan data-data yang bisa diberikan kepada nanti yang menyediakan STB untuk melakukan distribusinya lebih cepat,” kata Johnny G Plate melalui siaran pers Kominfo, belum lama ini.
Johnny G Plate mengungkapkan, pemerintah melalui Kominfo menyediakan satu juta unit STB untuk disebar ke berbagai daerah.
Selain itu, lanjut dia, Lembaga Penyiaran Swasta akan menyediakan sekitar 4,2 juta STB.
"(Total) ketersediaan 5,2 juta unit ini harus kita pastikan cukup bagi kebutuhan STB untuk televisi-televisi masyarakat miskin yang belum digital,” imbuh Johnny.
Baca Juga: Bukti Kepedulian Terhadap Warga Sekitar, GeoDipa Perbaiki Jalan Longsor Akibat Hujan Deras
Diketahui, program penghentian penuh siaran televisi analog atau Analog Switch Off (ASO) telah mulai dilakukan di tiga wilayah siaran yang mencakup delapan kabupaten beberapa waktu yang lalu.
Berikutnya, ASO 2022 akan dilakukan secara bertahap hingga semua siaran digital dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
Saat ini Pemerintah sedang membangun infrastruktur multipleksing (MUX) dengan melibatkan 12 penyelenggara siaran televisi digital yang terpilih untuk mempercepat siaran digital di Indonesia.
Menurut Johhny, pembangunan oleh Televisi Republik Indonesia (TVRI) dan penyelenggara multipleksing dari televisi swasta akan selesai seluruhnya sebelum 2 November 2022.
Baca Juga: Tips Awet Muda Ala Cameron Diaz, 50 Tahun Tapi Kulitnya Masih Kencang
Johnny mengatakan, setelah setelah infrastruktur multipleksing dibangun, hal kedua yang menjadi perhatian pemerintah mengenai ketersediaan perangkat penerima siaran televisi digital agar seluruh masyarakat Indonesia dapat menerima siaran televisi digital.
"Jadi setelah infrastruktur TV atau multipleksing dibangun, perlu juga perangkat penerima televisi masyarakat atau dikenal dengan DVB-T2,” lanjutnya.
Johhny juga memastikan implementasi penghentian siaran TV Analog ke TV Digital sejauh ini memang baru diterapkan di 8 Kabupaten/Kota dari 166 Kabupaten/Kota.
"Persisnya tanggal 30 April yang lalu kita telah memulai ASO dan kita akan meneruskan secara bertahap," ungkapnya.
Baca Juga: Puluhan Warga Baleendah Diduga Jadi Korban Arisan Bodong, Polisi Sudah Periksa Para Saksi
Terakhir, Johhny memberi tantangan khusus kepada perusahaan-perusahaan televisi di kota-kota Besar terkait penerapan ASO.
"Karena fase-fase berikutnya kita akan lakukan ASO juga. Saya minta mulai mendiskusikannya sekaligus memberikan tantangan kepada perusahaan-perusahaan televisi. Apa mungkin ASO dilakukan dari ibukota? Selama ini yang kita lakukan dari pinggir. Kita bisa melakukan dari pinggir dan dari tengah, sehingga ini akan kita lakukan bersama-sama," pungkasnya.***(Tantan Sulton)
Editor : inilahkoran


