Jabar Saber Hoaks: Inilah Deretan Kepala Daerah di Jabar Yang Mengalami Pencatutan Nama di Medsos

Jabar Saber Hoaks merilis, sejumlah kepala daerah di Jabar sempat menjadi korban Pencatutan Nama di akun medsos yang digunakan penipuan.

Jabar Saber Hoaks: Inilah Deretan Kepala Daerah di Jabar Yang Mengalami Pencatutan Nama di Medsos
Koordinator Divisi Pelayanan Aduan dan Pemeriksa Fakta Jabar Saber Hoaks Rd Tommy Sutami mengatakan, sejauh ini cukup banyak pemalsuan dan Pencatutan Nama di akun medsos maupun aplikasi Whatsapp yang mengatasnamakan kepala daerah di Jabar.

INILAHKORAN, Bandung - Jabar Saber Hoaks menyebutkan Pencatutan Nama akun medsos dapat menyasar siapa pun. Sejumlah kepala daerah di Jabar pun sempat menjadi korbannya.

Koordinator Divisi Pelayanan Aduan dan Pemeriksa Fakta Jabar Saber Hoaks Rd Tommy Sutami mengatakan, sejauh ini cukup banyak pemalsuan dan Pencatutan Nama di akun medsos maupun aplikasi Whatsapp yang mengatasnamakan kepala daerah di Jabar.

Tommy mengakui, Jabar Saber Hoaks menemukan fakta umumnya modus Pencatutan Nama di akun medsos itu dilakukan dengan menampilkan foto profil dan nama para pejabat kepala daerah di Jabar.

Baca Juga: Bukti Kepedulian Terhadap Warga Sekitar, GeoDipa Perbaiki Jalan Longsor Akibat Hujan Deras  

"Namun secara spesifik terdapat modus-modus penipuan yang menyesatkan publik," ujar Tommy, Selasa 7 Juni 2022.

Tommy menjelaskan, berdasarkan data yang dihimpun oleh pihaknya pemalsuan akun Facebook pernah menimpa Bupati Cirebon Imron. Di mana Beredar sebuah akun Facebook dengan nama "KANG IMRON", "

"Akun tersebut melakukan komunikasi dengan beberapa pengguna Facebook khususnya di wilayah Kabupaten Cirebon dan meminta sumbangan dengan dalih untuk pembangunan," katanya.

Baca Juga: Perisa Makanan Citrid Acid Dipercaya Bisa Menyembuhkan PMK

Pemalsuan akun WhatsApp juga sempat menimpa Bupati Kuningan Acep Purnama. Akun tersebut menggunakan foto profil mirip Acep yang terlihat mengenakan seragam dinas berwarna putih.

"Sejumlah laporan disebutkan, akun tersebut meminta bantuan dana untuk yayasan kepada warga di Kuningan," katanya.

Sempat beredar juga sebuah tangkapan layar dari sebuah percakapan akun WhatsApp yang mengatasnamakan Wali Kota Bandung Yana Mulyana. Berdasarkan tangkapan layar tersebut, akun yang mengaku sebagai Yana Mulyana mengirim pesan kepada seseorang terkait donasi untuk mushola.

Baca Juga: Puluhan Warga Baleendah Diduga Jadi Korban Arisan Bodong, Polisi Sudah Periksa Para Saksi

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika juga pernah menjadi korban pemalsuan. Ketika itu beredar pesan WhatsApp mengatasnamakan Anne terkait pemberian atau donasi kepada sekolah, panti asuhan, dan pesantren di wilayah Purwakarta.

"Dalam pesan tersebut, pihak yang mengatasnamakan Anne Ratna Mustika meminta agar pihak yang dihubungi mengirimkan nomor rekeningnya untuk keperluan pengiriman sumbangan atau donasi," papar Tommy.

Tidak hanya mencatut nama kepala daerah, namun pelaku pemalsuan akun tersebut ada pula yang mengirimkan pesan permintaan kode pengungkit atau kode one time password (OTP). Padahal OTP sendiri adalah sebuah kode yang sifatnya privat dan rahasia, yang jika dibagikan kepada siapa saja, akun tersebut mungkin untuk diretas alias dibajak.

Baca Juga: Viral Video Kafe Penuh Gay Tengah Bermesraan, Lokasinya di Jaksel?

Hal ini menjadi celah melakukan pencurian dan data pribadi seseorang.

"Juga termasuk data elektronik yang berkaitan dengan transaksi dan keuangan, dan kemungkinan untuk diretas dan dicuri," katanya.

Pemalsuan akun para Bupati Jawa Barat dengan modus meminta kode OTP, salah satu nya d dialami juga oleh Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika. Pemalsuan modus ini dengan adanya pengiriman pesan inbox ke warganet yang meminta kode pengungkit WhatsApp.

Baca Juga: Sistem PPDB 2022, Ridwan Kamil: Adil dan Sistemnya Tangguh dan Transparan

Selain itu, akun Facebook Messenger mengatasnamakan dan memasang foto Bupati Sukabumi, Marwan Hamami. Yang di dalamnya mengirimkan pesan kepada nomor Whatsapp dengan tujuan untuk meminta kode OTP 6 digit di mana dalam pesan itu disebut sebagai kode permintaan pertemanan WhatsApp.

Terakhir, Facebook yang mengatasnamakan Bupati Ciamis Herdiat Sunarya.

"Dengan foto profil Bupati, mengirimkan pesan langsung meminta nomer WhatsApp lalu meminta kode OTP yang dikirim melalui SMS," pungkasnya. (Rianto Nurdiansyah)


Editor : inilahkoran