Perisa Makanan Citrid Acid Dipercaya Bisa Menyembuhkan PMK
Konon, perisa makanan citrid acid bisa menjadi alternatif obat yang relatif efektif menyembuhkan hewan yang terjangkit PMK.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Vaksin untuk menangkal virus PMK belum tiba di Tanah Air. Konon, perisa makanan citrid acid bisa menjadi alternatif obat yang relatif efektif menyembuhkan.
Hal itu dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten Bandung yang menggunakan perisa makanan citrid acid. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Tisna Umaran mengatakan, citrid acid itu dipercaya bisa menyembuhkan hewan ternak yang terpapar virus PMK.
Menurutnya, caranya pun relatif mudah. Bubuk perisa makanan citrid acid atau akrab sebagai perisa asam makanan dan minuman dengan sebutan citrun itu hanya dicampur air hangat kemudian diulaskan ke hewan yang terjangkit PMK seperti luka di mulut, rongga, dan kaki hewan.
Baca Juga: Puluhan Warga Baleendah Diduga Jadi Korban Arisan Bodong, Polisi Sudah Periksa Para Saksi
"Bubuk perisa makanan citrid acid ini juga bisa dikombinasikan dengan madu. Caranya citrid acid dan madu ini dimasukan ke dalam air hangat. Lalu bisa diulaskan, semprot ke luka di mulut hewan yang terjangkit PMK. Nah, kalau untuk kaki untuk domba bisa direndamkan, kalau sapi kan besar kakinya, dibersihkan dulu kemudian bisa disiram atau disemprot dengan air citrid acid ini," kata Tisna di Soreang, Selasa 7 Juni 2022.
Menurutnya, cara ini berdasarkan pengalaman dari para tenaga medis dan penyuluh di lapangan hasilnya lumayan signifikan. Setelah dioleskan cairan citrid acid pagi dan sore itu, maka pada hari kedua luka di mulut hewan itu mengering. Kemudian, nafsu makan ternak yang terpapar virus ini juga mulai membaik.
"Untuk sementara ini cukup signifikan hasilnya. Luka dimulut mengering dan nafsu makannya kembali bagus. Nah cara ini sudah saya share kepada teman-teman para peternak, karena ini cara yang paling murah gampang didapat di toko bahan kue," ujarnya.
Baca Juga: Berawal dari Urunan Rp500 Per Hari, Warga Campaka Garut Berhasil Bangun Masjid Senilai Rp1,1 Miliar
Selain menggunakan citrid acid, kata Tisna, ada juga beberapa peternak yang membuat ramuan-ramuan sendiri. Seperti memakai kunyit dan bahan-bahan lainnya. Hasilnya, dipercaya bisa menyembuhkan atau mengembalikan stamina hewan ternak peliharaannya.
Seperti diketahui, di Kabupaten Bandung, hingga 6 Juni kemarin, jumlah ternak yang terpapar virus PMK di Kabupaten Bandung sudah mencapai 2.658 ekor. Terdiri dari 2031 ekor sapi perah, 618 sapi potong, 4 ekor kerbau dan 5 ekor domba. Kemudian ada jumlah hewan mati sebanyak 65 ekor dengan rincian 5 ekor sapi potong, 60 ekor sapi perah. Sedangkan ternak yang dipotong sebanyak 47 ekor.
Baca Juga: Sistem PPDB 2022, Ridwan Kamil: Adil dan Sistemnya Tangguh dan Transparan
"Untuk ternak yang sembuhnya sekitar 23 persen atau sama dengan 629 ekor. Itu artinya masih banyak yang sembuh perbandingannya," ujar Tisna.
Tisna menakui jika hasil monitoring lapangan, peningkatan suspek ternah yang terpapah virus PMK di Kabupaten Bandung ini tergolong cepat. Dari semulai hanya 14 kasus dalam kurun waktu sebulan melonjak hingga 2.600 an lebih suspek. Penyebaran virus PMK ini memang sangat cepat, penyebarannya bisa terjadi karena terbawa angin, dibawa manusia, kendaraan dan lainnya. (Dani R Nugraha)
Editor : inilahkoran


