Viral Kasus Pelecehan Seksual di Kereta Api, KAI Buat Daftar Hitam untuk Pelaku
PT Kereta Api Indonesia (KAI) menolak dan akan membuat daftar hitam (blacklist) terhadap penumpang yang melakukan pelecehan seksual
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menolak dan akan membuat daftar hitam (blacklist) terhadap penumpang yang melakukan pelecehan seksual selama perjalanan kereta api.
EVP Corporate Secretary KAI, Asdo Artriviyanto menyampaikan kebijakan tersebut diterapkan untuk memberikan efek jera dan mencegah pelaku melakukan pelecehan seksual di lain waktu.
"KAI sama sekali tidak mentolerir kejadian tersebut dan berharap tidak ada lagi kejadian serupa terulang kembali pada berbagai layanan KAI lainnya," kata Asdo dikutip dari siaran pers KAI, Rabu 22 Juni 2022.
Baca Juga: Nahas, Remaja Ini Tewas di Tangan Kawan Sendiri, Gegara Tolak Belikan Minuman Kemasan
Asdo menuturkan daftar hitam merupakan salah satu langkah mencegah terjadinya pelecehan seksual di kereta.
Kebijakan tersebut juga berlaku bagi pelaku pelecehan seksual yang kasusnya sempat viral kemarin di media sosial, Twitter.
Berdasarkan bukti video dan laporan yang disampaikan korba, KAI akan melakukan blacklist terhadap Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang bersangkutan sehingga tidak dapat menggunakan layanan KAI.
Baca Juga: Kisah Mariano dan Mariana: Terlahir ke Dunia Bareng, Naik Haji pun Bersama
KAI juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada korban dan akan memberikan dukungan langkah hukum yang akan diambil.
"Korban tidak bermaksud membawa masalah ini ke ranah hukum dan hanya meminta terduga pelaku untuk menyampaikan permohonan maaf serta tidak akan mengulangi perbuatannya lagi," ujarnya.
Selain itu, KAI akan meningkatkan pengawasan dan pengamanan agar tidak memberikan kesempatan bagi pelaku untuk melakukan niatnya.
Baca Juga: Disuruh Berantas Narkoba, Malah Terlibat Peredaran Sabu-sabu, Dua Polisi Maluku Pun Dicokok
Sebagai informasi, baru-barui ini viral kasus pelecehan seksual terhadap perempuan yang dilakukan oleh seorang pria di kereta api eksekutif.
Dalam utas yang dibuat oleh akun Twitter @selasarabu_ dirinya menuliskan kronologi terjadinya pelecehan seksual tersebut hingga harus pindah kursi.***
Editor : inilahkoran


