Niat Ngojek Payung, Seorang Anak di Bandung Diduga Jadi Korban Penculikan
Seorang anak di Kota Bandung dikabarkan menjadi korban penculikan. Kabar penculikan anak tersebut, pertama kali mencuat pada 21 November 2024.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Seorang anak di Kota Bandung dikabarkan menjadi korban penculikan. Kabar penculikan anak tersebut, pertama kali mencuat pada 21 November 2024.
Ibu anak korban yang diduga jadi korban penculikan, Santi Sumiati (40) warga Gang Cetarip Timur II RW 5, Kelurahan Situsaeur, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung, menyebutkan anaknya yang bernama Gilang Yusuf Alfarizi (10) terkahir berpamitan untuk bermain dengan teman-temannya.
Santi menuturkan sebelum hilang, sang anak sempat bermain bersama kawan-kawannya. Namun karena mendung, korban pun pulang ke rumah untuk mengambil payung.
Santi bilang payung itu digunakan untuk mencari uang dengan membuka jasa ojek payung. Berangkatlah Gilang ke kawasan Terminal Leuwipanjang sekira pukul 13.00 WIB, bersama teman-temannya. Nahasnya itu adalah momen terakhir Santi bertemu anaknya sebelum hilang.
"Ketahuannya (hilang) pas udah agak sorean. Kok nggak pulang-pulang. Waktunya ngaji kok nggak pulang," kata ibu korban di kediamannya.
Hingga menjelang sore hari, Santi menyebutkan anaknya itu tak kunjung pulang. Ia pun mencari keberadaan anaknya itu di sekitar terminal Leuwipanjang. Pencarian dilakukan hingga malam hari. Namun hasil pencariannya pun sia-sia.
"Sampai jam 10 malam tetap nggak ketemu," ujarnya.
Hilangnya Gilang, mendapat titik terang. Setelah Santi mendapatkan rekaman CCTV di Leuwipanjang yang menangkap momen korban sedang dibawa oleh seorang pria yang tak dikenal.
Orang tersebut tampak berjalan sambil memayungi korban. Sayangnya Santi dan keluarga tak mengetahui kemana mereka pergi.
"Ciri-ciri orang yang bawanya tinggi, kurus, pakai jaket hitam, terus di masker," bebernya.
Saat ini, sang anak belum diketahui keberadaannya. Dia juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian setempat.
Ia berharap polisi bisa segera menemukan anaknya yang hilang sejak pekan lalu. "Mudah-mudahan cepat ketemu sama polisi atau ada orang baik yang nemuin," harapnya.
Editor : Ahmad Sayuti


