Nyaris Dapat Rp250 Juta! Cerita Opa Tukang Cukur Didatangi Taufik Hidayat
Opa, tukang cukur asal Tasik di Cimindi, nyaris dapat hadiah Rp250 juta dari Dedi Mulyadi usai cukur rambut Taufik Hidayat
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHLORAN.ID - Kisah di balik pelarian Taufik Hidayat, tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat terhadap Yuvita, terus memunculkan cerita unik yang menarik perhatian publik.
Kali ini, cerita datang dari seorang tukang cukur rambut asal Tasikmalaya yang bernasib kurang beruntung karena melewatkan kesempatan emas memenangkan sayembara ratusan juta rupiah.
Pria yang akrab disapa Opa ini mendadak lemas setelah menyadari bahwa salah satu pelanggan misterius yang dicukurnya beberapa waktu lalu adalah buronan kelas kakap yang sedang dicari se-Jawa Barat.
Opa, yang memiliki usaha pangkas rambut di daerah Cimindi, Kota Cimahi, menceritakan bahwa Taufik Hidayat sempat datang ke tempat pangkas rambutnya pada hari Minggu sebelum kasusnya viral dan sayembara dibuka.
Saat itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memang belum mengumumkan hadiah sayembara senilai Rp250 juta bagi siapa saja yang berhasil menemukan atau memberikan informasi terkait keberadaan pelaku.
"Pas Minggu belum ada sayembara," ungkap Opa menyesali momentum yang terlewat tersebut.
Penyesalan itu kian terasa ketika rekan-rekan dan pelanggannya yang lain ikut menyayangkan mengapa momen tersebut terlewat begitu saja.
"Pak ah lasut (rugi/kelewatan), bapak kalau kemaren ditangkep sama bapak dapet," tiru Opa menirukan ucapan orang-orang di sekitarnya setelah identitas pelanggan misterius itu terungkap.
Berpakaian Sama dan Menunjukkan Gelagat Sangat Gelisah
Lebih lanjut, pria asli Tasikmalaya ini membeberkan ciri-ciri serta gelagat aneh yang ditunjukkan oleh Taufik Hidayat selama proses pemotongan rambut berlangsung.
Saat datang ke pangkas rambut Cimindi, pelaku mengenakan pakaian yang persis sama dengan busana yang dipakainya ketika diringkus oleh aparat kepolisian.
"Pake sweater sama kaya yang ditangkap," jelas Opa.
Selama helai demi helai rambutnya dipotong, Taufik menunjukkan indikasi kepanikan yang luar biasa.
Ketakutannya kian memuncak saat tempat pangkas rambut Opa mulai didatangi oleh pelanggan lain yang mengantre.
"Ketika dipotong keliatan gelisah, pas ada orang mau potong antri itu gelisah banget," lanjutnya menceritakan momen mencekam di dalam kiosnya.
Opa mengaku sempat mencoba mencairkan suasana dengan mengajak mengobrol pelanggan gelisah tersebut. Namun, respons yang didapatkan terkesan dingin dan penuh kehati-hatian.
"Sempet ngobrol 'akang dari mana?'," kata Opa.
Meski saat itu wajah pelaku tampak tidak asing, Opa tidak mampu mengingat dengan jelas di mana ia pernah melihat raut wajah tersebut karena tekanan situasi kerja yang sedang ramai.
"Saya ngerasa familiar tapi liat di mana gitu," pungkasnya.
Editor : Firda Rachmawati

