Pedagang Teras Cihampelas Menolak Relokasi ke Bawah Flyover Pasupati

Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung merelokasi pedagang kaki lima di Teras Cihampelas ke bawah Flyover Pasupati menimbulkan penolakan dari para pedagang.

Pedagang Teras Cihampelas Menolak Relokasi ke Bawah Flyover Pasupati
Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung merelokasi pedagang kaki lima di Teras Cihampelas ke bawah Flyover Pasupati menimbulkan penolakan dari para pedagang. /Yogo Triastopo

INILAHKORAN.ID - Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung merelokasi pedagang kaki lima di Teras Cihampelas ke bawah Flyover Pasupati menimbulkan penolakan dari para pedagang. Mereka khawatir jarak yang jauh akan berdampak pada omzet dan kehilangan pelanggan tetap.

Penjual nasi, Aan Suherman mengatakan, relokasi ke bawah Flyover akan menyulitkan pelanggannya. "Kalau pindah ke tempat baru di bawah Flyover Pasupati, tidak akan terjangkau. Kalau keinginan saya, relokasi tetap di kawasan ini," kata Aan Suherman, Rabu, 10 Februari 2026.

Menurut ia, pemerintah memang sudah membahas relokasi dekat Teras Cihampelas tetapi lahannya terlalu sempit untuk menampung seluruh pedagang. "Kalau di dekat sini itu sistemnya bongkar pasang. Memang sudah ada dua titik relokasi, tapi lahannya sempit," ucapnya.

Aan mengaku telah mendapat informasi soal rencana relokasi, meskipun belum ada sosialisasi resmi dari pemerintah. "Kalau relokasi ke bawah Flyover Pasupati, saya menolak. Jaraknya terlalu jauh dari tempat saat ini," ujar dia.

Sementara itu, penjual makanan ringan, Amiati menyatakan ketidaksetujuannya. "Enggak setuju, lokasinya terlalu jauh. Saya berdagang dari bawah Teras Cihampelas, lalu dipindah ke atas. Kalau ke bawah Flyover Pasupati jaraknya terlalu jauh. Terus nanti yang mau beli siapa setiap harinya. Harus cari pelanggan lagi. Kan kalau dipindah dekat sini, karyawan toko juga masih ada," kata Amiati.

Ia menambahkan baru mendengar kabar relokasi tersebut dan belum ada pemberitahuan resmi dari pemerintah. "Kalau bisa dipindahnya ke bawah lagi," ucapnya.

Para pedagang berharap, pemerintah mempertimbangkan jarak dan aksesibilitas pelanggan sebelum menetapkan lokasi relokasi. Mereka juga meminta, adanya komunikasi langsung agar relokasi tidak mengganggu kelangsungan usaha.***


Editor : JakaPermana