Pelajar Dilarang Bawa Kendaraan Pribadi, Pemkot Bandung Akan Operasikan Kembali Bus Sekolah
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berencana mengoperasikan kembali, layanan bus sekolah sebagai solusi mengurangi kemacetan khususnya di kawasan pendidikan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berencana mengoperasikan kembali, layanan bus sekolah sebagai solusi mengurangi kemacetan khususnya di kawasan pendidikan.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin menyampaikan, kebijakan tersebut akan disertai dengan pelarangan bagi pelajar SD, SMP dan SMA membawa kendaraan pribadi ke sekolah.
“Menurut saya, anak-anak pelajar sebaiknya tidak usah membawa kendaraan sendiri ke sekolah. Kita akan siapkan bus untuk mengantar mereka ke sekolah dan menjemput mereka pulang,” kata Erwin, Rabu 16 Juli 2025.
Selain itu, ia juga mendorong penggunaan sepeda sebagai salah satu moda alternatif bagi pelajar. Ia bahkan mengaku, siap untuk turut menggunakan sepeda sebagai bentuk keteladanan.
“Saya pribadi pun siap naik sepeda. Tapi tentu, kalau siswa bawa banyak perlengkapan atau kegiatan sekolahnya padat, ya agak repot juga,” ucapnya.
Menurut Erwin, upaya pelarangan kendaraan pribadi bagi pelajar merupakan bagian dari langkah mengurangi beban lalu lintas di Kota Bandung. Ia juga menyatakan, keberatan terhadap penerapan sistem ganjil-genap seperti yang diberlakukan di Jakarta.
“Saya pribadi kurang setuju, karena jalan-jalan di Kota Bandung ini sempit. Solusinya, ya itu tadi siswa naik bus yang kita sediakan,” ujar dia.
Ia mengungkapkan, dalam jangka panjang Pemkot Bandung akan mengintegrasikan layanan bus sekolah dengan sistem transportasi lain seperti angkot pintar dan bus rapid transit (BRT).
Dengan sistem ini, diharapkan moda transportasi publik bisa menjangkau hingga kawasan-kawasan permukiman.
“Ke depannya, kita juga akan integrasikan dengan sistem angkot pintar dan BRT. Nantinya, angkot-angkot ini bisa menjangkau hingga pelosok-pelosok yang dekat sekolah. Misalnya di Babakansari, ada SMP 37. Insyaallah nanti angkot bisa sampai ke sana,” jelasnya.
Erwin menjelaskan, angkot pintar akan menggantikan sistem angkot konvensional yang selama ini sering dinilai kurang efisien. Ia memastikan, sopir angkot yang saat ini masih beroperasi tetap akan dilibatkan dalam sistem baru tersebut.
“Oh, jelas. Supir-supir angkot yang saat ini beroperasi, nantinya akan kita rekrut untuk mengemudikan angkot pintar ini. Mereka akan digaji, sistem pembayarannya semua berbasis cashless,” tambah dia.
Tak hanya sistem pembayaran yang akan diubah, seluruh armada angkot lama juga akan diganti dengan kendaraan baru yang lebih modern.
“Sudah pasti. Angkot-angkot lama akan diganti dengan armada baru. Tidak ada lagi istilah ‘ngetem’. Angkot pintar ini akan punya jadwal yang pasti, berhenti hanya beberapa menit lalu langsung jalan lagi. Jadi semuanya akan lebih terkontrol,” ucapnya.
Menurutnya, transformasi angkot ini merupakan bagian dari inovasi besar yang ditujukan untuk menyelesaikan persoalan banjir dan kemacetan secara bertahap.
Dalam pengembangan sistem transportasi baru tersebut, pihaknya juga akan melibatkan para pengusaha angkot agar proses transisi berjalan dengan baik.
Erwin menambahkan, kebijakan transportasi ini juga akan disertai dengan penertiban parkir liar yang selama ini menjadi salah satu penyebab kemacetan. “Kami juga mendorong agar tidak ada lagi parkir sembarangan di jalanan (on the street),” tandasnya. *
Editor : Ahmad Sayuti


