Pembangunan Jembatan Cirahong 2 Tertahan, Dedi Mulyadi Pilih Selamatkan Jalan Rusak
Harapan warga Priangan Timur untuk segera memiliki Jembatan Cirahong 2, penghubung antara Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya harus ditunda.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Harapan warga Priangan Timur untuk segera memiliki Jembatan Cirahong 2, penghubung antara Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya harus ditunda.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat memutuskan mengerem proyek strategis tersebut karena keterbatasan anggaran, sekaligus mengalihkan fokus pada perbaikan jalan rusak yang lebih mendesak dirasakan masyarakat.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengungkapkan, rencana pembangunan jembatan tersebut sebenarnya sudah matang, bahkan estimasi biayanya telah dihitung mencapai Rp450 miliar.
Namun, kondisi fiskal daerah saat ini belum memungkinkan untuk mengeksekusi proyek tersebut.
"Pembangunan Jembatan Cirahong 2 rencananya sudah ada, alokasinya Rp450 miliar. Untuk kondisi hari ini, Pemprov belum mampu," ujar Dedi di Gedung Pakuan, Kota Bandung.
Alih-alih memaksakan proyek baru, Pemprov Jabar condong mengarahkan anggaran untuk membenahi kondisi jalan yang dikeluhkan masyarakat di berbagai daerah. Dedi menilai, kebutuhan tersebut jauh lebih darurat, dibandingkan membangun jembatan baru dalam waktu dekat.
"Kan masih banyak yang teriak jalan jelek di mana-mana. Ya sudah saja yang ada ini (Jembatan Cirahong milik PT KAI) manfaatkan dengan baik," ucapnya.
Upaya kolaborasi pembiayaan dengan pemerintah daerah pun belum menjadi solusi. Menurut Dedi, kemampuan fiskal baik di tingkat provinsi maupun kabupaten sedang sama-sama tertekan.
"Berat. Sudah lah, kabupaten (Ciamis dan Tasikmalaya) dananya juga berat," katanya.
Meski tertunda, proyek Jembatan Cirahong 2 tidak dihapus dari agenda pembangunan. Dedi memastikan proyek ini tetap masuk dalam target, dengan kemungkinan realisasi paling cepat 2027-2028.
Kunci percepatan ada pada pencairan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat senilai Rp3,6 triliun, yang hingga kini belum diterima.
"Nanti kalau cash flow pemerintah daerah tahun 2028 sudah surplus, saya bangun. Iya lah paling cepat 2028. Tapi kalau 2027 dana DBH-nya yang Rp3,6 triliun balik, saya bangun Cirahong," ujarnya.
Saat ini, Jembatan Cirahong masih menjadi satu-satunya penghubung utama di kawasan tersebut. Jembatan peninggalan kolonial itu memiliki fungsi ganda, yakni untuk jalur kereta api dan kendaraan kecil, sehingga arus lalu lintas harus bergantian.
Kondisi ini dinilai tidak lagi memadai untuk mendukung mobilitas modern, terutama bagi kendaraan roda empat yang terus meningkat. Sebab itu, kehadiran Jembatan Cirahong 2 sangat dinantikan sebagai solusi konektivitas yang lebih aman dan efisien.***
Editor : JakaPermana

