Pembangunan Jembatan Otista Kota Bogor Dimulai, Rekayasa Lalu Lintas Timbulkan Kepadatan di Sejumlah Titik 

Pembangunan Jembatan Otista Kota Bogor resmi dimulai. Pemkot Bogor melakukan penutupan jalan dan memberlakukan rekayasa lalu lintas. AKibatnya, kini arus lalu lintas terpantau ada kepadatan di beberapa titik.

Pembangunan Jembatan Otista Kota Bogor Dimulai, Rekayasa Lalu Lintas Timbulkan Kepadatan di Sejumlah Titik 
Meski arus lalu lintas mengalami kepadatan di sejumlah titik, warga Kota Bogor mendukung proses pelebaran Jembatan Otista yang rencananya berlangsung hingga Desember 2023. (rizki mauludi)

INILAHKORAN, Bogor - Pembangunan Jembatan Otista Kota Bogor resmi dimulai. Pemkot Bogor melakukan penutupan jalan dan memberlakukan rekayasa lalu lintas. AKibatnya, kini arus lalu lintas terpantau ada kepadatan di beberapa titik.

Meski arus lalu lintas mengalami kepadatan di sejumlah titik, warga Kota Bogor mendukung proses pelebaran Jembatan Otista yang rencananya berlangsung hingga Desember 2023. 

Warga RW 01, Kebon Kelapa, Kelurahan Babakan Pasar, Zubaedi menuturkan Jembatan Otista tidak hanya digunakan warga Kota Bogor tetapi warga luar Kota Bogor yang turut menggunakannya. Bahkan, menjadi jalur bagi Presiden Joko Widodo ketika pulang dan menerima tamu negara di Istana Bogor.

"Presiden RI pun lewat jalan ini. Makanya kita sebagai warga Kota Bogor wajar jika sedikit banyak ikut berkorban untuk menyelesaikan revitalisasi jembatan ini, tidak jadi masalah. Lagian hanya sampai akhir tahun, sekitar 7 sampai 8 bulan. Memang dalam prosesnya aktivitas warga terdampak, khususnya ketika mau ke pasar yang harus berjalan lewat jalur lain. Ke Kampung Pulo Geulis tidak terlalu signifikan," ungkap Zubaedi saat ditemui di Jembatan Otista, Rabu 3 Mei 2023.

Pria yang akrab disapa Ubed ini, berterima kasih dengan adanya pembangunan Jembatan Otista. Semestinya revitalisasi dilaksanakan tahun kemarin atau tahun-tahun sebelumnya. 

"Ke depan saya berharap ketika prosesnya rampung kemacetan yang terjadi dapat dikurangi sehingga tidak menjadi separah yang terjadi beberapa tahun ke belakang, khususnya di akhir pekan," tuturnya.

Terpisah, Prayoga warga Lebak Pasar mendukung revitalisasi Jembatan Otista sehingga ke depan jembatannya menjadi lebih lebar dibanding kondisi yang ada saat ini. Tentunya dengan harapan arus lalu lintas akan menjadi lebih lancar.

"Harapan saya Bogor menjadi lebih lancar, sebelumnya macet banget apalagi dulu kan sempat dua arah. Sebagai warga, mendukung dengan adanya perubahan ini, dampak adanya ketidaknyamanan mah wajar, namanya juga pembangunan," terang Yoga.

Sementara itu, pengamat tata kota Yayat Supriyatna menuturkan seiring waktu volume kendaraan yang melintasi Jalan Otista akan semakin bertambah. Sementara jika jalan dan Jembatan Otista tidak diperlebar atau direvitalisasi, maka pada tahun 2025 Kota Bogor berpotensi mengalami stuck dalam konteks di jalur Sistem Satu Arah (SSA).

"Hal ini disebabkan penyempitan dan kapasitas jalan sudah tidak mendukung, khususnya penyempitan di Jembatan Otista, volume kendaraan semakin bertambah sehingga faktor kemacetan akan semakin meningkat di Jalan Otista. Jika tidak dari sekarang maka kita akan punya dedikasi besar," pungkasnya.*** (rizki mauludi)


Editor : Doni Ramdhani