Pemkab Cirebon Santuni Keluarga Korban Longsor Galian Gunung Kuda
Duka mendalam menyelimuti keluarga korban longsor yang terjadi di kawasan Gunung Kuda, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, pada Jumat lalu. Musibah yang menelan korban jiwa tersebut mengundang perhatian jajaran Pemkab Cirebon.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon - Duka mendalam menyelimuti keluarga korban longsor yang terjadi di kawasan Gunung Kuda, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, pada Jumat lalu. Musibah yang menelan korban jiwa tersebut mengundang perhatian jajaran Pemkab Cirebon.
Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman turun langsung memberikan santunan serta menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Dia menyempatkan diri untuk mengunjungi rumah salah satu korban longsor Gunung Kuda.
Tak hanya datang untuk menyampaikan duka cita, dia juga membawa bentuk kepedulian nyata berupa santunan dan bantuan untuk keluarga korban.
"Ini adalah bentuk empati dan tanggung jawab kami kepada warga yang terdampak bencana. Kami turut berduka cita dan berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas musibah longsor di Gunung Kuda ini,” ungkap Agus, Minggu 1 Juni 2025.
Ia juga menyampaikan doa bagi para korban yang telah meninggal dunia, agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta kekuatan dan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan.
“Kami mendoakan semoga para korban diterima iman Islamnya, dan ditempatkan di sisi Allah yang Maha Mulia. Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi ujian ini,” ucapnya.
Selain memberikan santunan secara langsung, Pemkab Cirebon juga tengah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk memberikan bantuan lanjutan kepada masyarakat terdampak, khususnya mereka yang menggantungkan hidup sebagai pekerja di Gunung Kuda.
Menurut data sementara yang telah dihimpun oleh tim relawan dan aparat desa setempat, terdapat sekitar 213 kepala keluarga yang terdampak langsung oleh bencana ini. Mereka merupakan warga Kecamatan Dukupuntang dan sekitarnya yang bekerja di area Gunung Kuda.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Pak Camat yang turun langsung mendata para pekerja. Ada sekitar 213 KK yang mata pencahariannya terdampak. Ini bukan hanya soal bantuan sesaat, tapi juga soal keberlangsungan hidup mereka ke depan,” jelasnya.
Dia menyampaikan, pihaknya bersama pemerintah provinsi akan berupaya memberikan program pendampingan dan pembinaan bagi masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat bencana ini. Jika ke depan kawasan Gunung Kuda akan ditutup atau dialihfungsikan secara permanen, maka perlu ada solusi jangka panjang yang tepat sasaran.
“Kami tidak ingin mereka hanya diberi bantuan sesaat. Kalau memang nanti Gunung Kuda ini tidak lagi bisa digunakan seperti dulu, maka warga harus kita dampingi agar bisa beralih profesi atau mendapat penghidupan yang layak dari sektor lain,” akunya.
Dirinya juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh unsur masyarakat, relawan, dan aparat gabungan dari berbagai instansi yang telah turut serta dalam proses evakuasi dan penanggulangan bencana. Dia menilai semangat gotong royong yang masih hidup di tengah masyarakat menjadi kekuatan besar dalam menghadapi masa-masa sulit seperti ini.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah ikut bergerak cepat membantu. TNI, Polri, BPBD, relawan, dan tentu saja masyarakat sekitar yang langsung memberikan pertolongan sejak awal terjadinya bencana,” tukasnya.
Editor : Doni Ramdhani

