Pemkot Cimahi Targetkan Nol Sampah ke TPA Sarimukti, Siap Dikelola Mandiri

Pemkot Cimahi menargetkan pengelolaan sampah secara mandiri dan tidak lagi membuang ke TPA Sarimukti

Pemkot Cimahi Targetkan Nol Sampah ke TPA Sarimukti, Siap Dikelola Mandiri
Pemkot Cimahi akan mengelola sampah secara mandiri dan menargetkan tidak lagi bergantung kepada TPA Sarimukti.

INILAHKORAN.IDKota Cimahi menetapkan target untuk mengelola seluruh sampah hasil produksi masyarakat secara mandiri di dalam wilayahnya.

Hal itu dilakukan sebagai upaya mengurangi hingga menghentikan pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.

Termasuk menyikapi kebijakan pembatasan kuota pembuangan sampah yang diberlakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Diketahui, kota dengan sekitar 584 ribu penduduk ini menghasilkan 233 hingga 250 ton sampah per hari. Saat ini, baru sekitar 49 persen sampah yang dapat dikelola secara mandiri, sementara sisanya masih harus dibuang ke TPA Sarimukti.

Namun, sesuai Surat Edaran Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6174/PBLS.04/DLH, kuota pembuangan sampah Cimahi dibatasi maksimal 119,16 ton per hari atau 1.668,24 ton dalam dua minggu, yang memaksa daerah penyangga Bandung Raya untuk beralih ke sistem pengelolaan berbasis lokal.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, Chanifah Listyarini menjelaskan, salah satu upaya konkret yang tengah berjalan, yakni pengoperasian Tempat Pengolahan sampah Terpadu (TPST) Utama.

Ia menjelaskan, fasilitas yang terletak di gudang pabrik yang disewa setelah tiga tahun tidak terpakai ini menggunakan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) dan mampu mengolah 10 hingga 15 ton sampah per hari.

"Ini gudang pabrik yang nganggur tiga tahun kami sewa. Di sini sudah lengkap dengan gardu listrik, IPAL, dan pasokan air sehingga memenuhi syarat untuk mengelola sampah," kata Chanifah, Rabu 11 Februari 2026.

Selain TPST Utama, ungkap Ngatiyana, Pemkot Cimahi juga mengandalkan TPST Santiong di Jalan Kolonel Masturi, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara.

Ia menuturkan, fasilitas ini tengah direnovasi dan ditingkatkan kapasitasnya melalui program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities (ISWMP) yang didanai APBN dengan dukungan Bank Dunia.

"Awalnya kapasitasnya 50 ton per hari, setelah diperbaharui akan mampu mengolah 80-85 ton per hari," katanya.

"Saat ini operasional belum optimal, baru bisa menangani 5-10 ton saja," sambungnya.

Dikatakan Chanifah, teknologi dan infrastruktur saja tidak cukup untuk mencapai target nol sampah ke TPA Sarimukti. Pemilahan sampah sejak dari sumber menjadi faktor krusial untuk menekan beban pengolahan di TPST.

"Kami targetkan ke depannya seluruh sampah bisa dikelola di dalam wilayah Cimahi," katanya.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana mengakui persoalan sampah merupakan tantangan struktural bagi kota dengan kepadatan tinggi seperti Cimahi.

"Masalah sampah menjadi tantangan besar. Setiap harinya ada 233-250 ton yang harus dikelola di tengah keterbatasan lahan dan fasilitas," ujarnya.

Menurutnya, penguatan TPST di tingkat kelurahan juga menjadi bagian dari strategi untuk mengurangi ketergantungan pada TPA Sarimukti.

"Mudah-mudahan TPST bisa mengurangi beban sampah di Cimahi. pembatasan pembuangan ke Sarimukti saat ini menjadi tantangan yang harus kita hadapi bersama," tandasnya. ***


Editor : Ahmad Sayuti