Pemprov Jabar Apresiasi Pemerintah Kabupaten/Kota yang Kerja Ekstra Keras Turunkan Prevalensi Stunting
Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Kesehatan mengapresiasi pemerintah kabupaten/kota, yang telah bekerja ekstra keras dalam menurunkan prevalensi stunting.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Kesehatan mengapresiasi pemerintah kabupaten/kota, yang telah bekerja ekstra keras dalam menurunkan prevalensi stunting.
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin berharap, melalui kegiatan Evaluasi stunting Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota, serta Aksi stunting Award (ASA) Sebagai Event Kolaborasi Pentahelix Penanganan stunting bertajuk 'Merajut Asa Untuk Jawa Barat' di Hotel Holiday Inn, Kota Bandung, Selasa 26 November 2024, mampu menekan angka stunting.
Apalagi pada 2023 lalu, angka prevalensi stunting di Jabar masih di 21,7 persen. Sedangkan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan amanah Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan
penurunan stunting, yang menetapkan target nasional prevalensi stunting harus minimal 14 persen pada 2024, termasuk Jabar.
"Ini upaya Pemprov Jabar untuk menekan angka stunting dan memberikan apresiasi kepada pemerintah kota/kabupaten yang melakukan inovasi," ujar Bey Machmudin.
Maka dari itu, kehadiran Tim Percepatan Penurunan stunting (TPPS) kabupaten/kota, dapat mengakselerasi penurunan angka prevalensi di Jabar.
Meski dia meyakini, 27 kota/kabupaten sejatinya sudah berupaya maksimal dalam menekan stunting di Jabar.
"Tentunya saya yakin juga, pasti akan melakukan gerakan untuk penurunan stunting," imbuhnya.
Kepala Dinkes Jabar Vini Adiani Dewi menambahkan, melalui kegiatan ini dapat menstimulus motivasi kabupaten/kota, untuk sama-sama berjuang dalam menekan prevalensi stunting menuju zero new stunting 2030, mewujudkan Indonesia Emas 2045.
"Jadi diharapkan dengan adanya kompetisi, teman-teman kota/kabupaten mempunyai effort. Tidak hanga menyelamatkan balita tapi juga diberikan penghargaan," ucapnya.
Editor : Ahmad Sayuti


