Pemprov Jabar Gencarkan Layanan Publik Bagi Ekosistem Usaha

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) tengah menggencarkan layanan publik, salah satunya bagi ekosistem pelaku usaha.

Pemprov Jabar Gencarkan Layanan Publik Bagi Ekosistem Usaha
Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) tengah menggencarkan layanan publik, salah satunya bagi ekosistem pelaku usaha.

INILAHKORAN, Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) tengah menggencarkan layanan publik, salah satunya bagi ekosistem pelaku usaha.

Ajang tahunan bertajuk Jabar Kabisa 2025, Abdi Nagri Ngawula Rakyat yang digelar pada 13-14 November 2025 di Sport Jabar, Kota Bandung, diharapkan mampu memudahkan pelaku usaha, untuk mendapatkan layanan secara terpadu, sekaligus momentum pemberdayaan konsumen dan promosi produk unggulan daerah.

Kepala Disperindag Jabar Nining Yulistiani mengatakan, Jabar Kabisa 2025 menitikberatkan pada peningkatan kesadaran konsumen dan tanggung jawab pelaku usaha dalam setiap aktivitas perdagangan.

“Jabar Kabisa 2025 akan menjadi ruang interaktif bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat layanan publik dari berbagai lembaga pemerintah,” ujarnya, Rabu 12 November 2025.

Mulai dari Sertifikasi Halal, pendampingan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), konsultasi pajak (NPWP), sertifikasi PIRT, hingga izin edar BPOM. Selain itu, masyarakat juga bisa mendapatkan layanan SIINAS, TKDN, Surat Rekomendasi Merek, Pengujian Kopi, Kalibrasi, SNI, HKI, dan AHU, termasuk fasilitasi kemasan serta konsultasi pengujian produk.

Tak hanya urusan industri dan perdagangan, Jabar Kabisa juga menghadirkan berbagai pelayanan publik lintas sektor seperti Samsat Keliling, penjualan beras SPHP, layanan kesehatan gratis, klinik perlindungan konsumen, layanan perbankan, SLIK, layanan kesehatan hewan, hingga perpustakaan keliling.

Selain itu, rangkaian kegiatan juga Konsumen Cerdas Festival, yang menyoroti literasi konsumen dan etika pelaku usaha dalam perdagangan modern.

“Salah satu rangkaian utama Jabar Kabisa 2025 adalah Konsumen Cerdas Festival, yang diisi dengan kegiatan talkshow interaktif seputar literasi konsumen dan pelaku usaha. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih cerdas, bijak, dan berdaya dalam bertransaksi serta mendorong pelaku usaha untuk lebih bertanggung jawab dan ramah terhadap konsumennya,” ujar Nining.

Talkshow ini akan menghadirkan narasumber dari akademisi, lembaga pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas, dengan peserta meliputi pelajar, PKK se-Jabar, Dinas Perdagangan 27 kabupaten/kota, komunitas konsumen dan pelaku UMKM.

Selain edukasi, Jabar Kabisa 2025 juga akan menampilkan pameran produk unggulan Jawa Barat yang terbagi ke dalam tiga zona utama. Pasar Minggon Industri dan Perdagangan (Pasamoan) yanh menampilkan produk segar dan olahan khas daerah, seperti kuliner lokal, sayuran, dan makanan olahan dari UMKM binaan.

Promosi Bersama (Probes), menghadirkan produk kreatif Jabar seperti makanan, minuman, fesyen, dan kerajinan tangan yang bisa dibeli langsung pengunjung. Lalu Produk Berstandar, dengan memperlihatkan produk unggulan yang telah memenuhi standar nasional, seperti produk tekstil, jasa kecantikan, pangan olahan, asuransi dan travel umrah.

“Melalui pameran ini, masyarakat tidak hanya dapat melihat, mencoba, dan membeli berbagai produk unggulan Jabar, tetapi juga belajar bagaimana produk-produk tersebut mampu bersaing berkat penerapan standar mutu dan inovasi berkelanjutan,” tuturnya.

Nining menegaskan, Jabar Kabisa 2025 bukan sekadar ajang pameran, tetapi momentum memperkuat konektivitas antar pelaku ekonomi di Jawa Barat, mulai dari pelaku UMKM, konsumen, hingga pemerintah.

“Dengan beragam kegiatan dan layanan yang disajikan, Jabar Kabisa 2025 diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem perdagangan dan industri di Jabar, menyatukan pelaku usaha, konsumen, dan pemerintah dalam satu semangat: mewujudkan ekonomi Jabar yang berdaya saing dan berkeadilan, mendukung pengendalian inflasi serta menguatkan ekonomi daerah,” tandasnya.


Editor : JakaPermana