Pemprov Jabar Kebut Elektrifikasi Lewat 2 Skema Ini...

Pemerintah Provinsi Jawa Barat bakal kebut elektrifikasi 121.871 rumah masyarakat yang belum teraliri listrik, rampung tahun ini.

Pemprov Jabar Kebut Elektrifikasi Lewat 2 Skema Ini...
Kepala Dinas ESDM Jabar Ai Saadiyah Dwidaningsih

INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat bakal kebut Elektrifikasi 121.871 rumah masyarakat yang belum teraliri listrik, rampung tahun ini.

Kepala Dinas ESDM Jabar Ai Saadiyah Dwidaningsih mengatakan, pihaknya telah mendapat arahan dari Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Jabar Herman Suryatman, untuk mengakselerasi Elektrifikasi melalui dua skema.

Skema pertama melalui bantuan sosial (Bansos), yang telah dianggarkan pada APBD murni 2025 dan kedua melalui program, dimana nanti dikukuhkan melalui keputusan gubernur (Kepgub).

Terlebih telah disepakati, anggaran untuk Elektrifikasi tahun ini ditambah Rp290 miliar dari kebutuhan anggaran sebelumnya.

"Kita coba akselerasi, karena dengan waktu terbatas, dengan adanya pergeseran anggaran tentu harus ada strategi," ujar Ai di Gedung Sate, Kota Bandung baru-baru ini.

Dia melanjutkan, data 121.871 rumah yang belum teraliri listrik, dimana bersumber dari laporan masyarakat melalui aplikasi Sapawarga ini belum tentu sepenuhnya dieksekusi.

Harus ada verifikasi terlebih dahulu, sebelum masyarakat yang sudah terdata tersebut bisa diberikan bantuan program Elektrifikasi.

"Ditetapkan dengan Kepgub, untuk melakukan verifikasi terhadap 121.871 itu agar apakah kondisinya siap dipasang atau tidak," kata dia.

Jumlah 121.871 tersebut juga kata Ai, sejatinya belum sepenuhnya mutlak belum teraliri listrik. Angkanya kata dia, bisa bertambah maupun berkurang, berdasarkan hasil verifikasi di lapangan.

"121.871 masyarakat itu cut off dari database kami Desember 2024 kemarin. Sebenarnya sangat dinamis. Kami buka kanal di Sapawarga, itu nambah terus. Kalau enggak di cut off, gak pernah tahu targetnya berapa. Kemarin kita cut off dulu dan fokus di angka itu dulu. Nanti kita lakukan verifikasi. Ini bisa bertambah, bisa berkurang," ucapnya.

Jumlah ini sambung dia, ditargetkan selesai tahun ini. Selanjutnya yang belum terdata, diselesaikan secara bertahap selama lima tahun ke depan, di bawah komando Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan.

"121.871 itu akan kita eksekusi lebih dulu. Sisanya yg lain, yang belum (terdata) bisa kita lakukan di tahun berikutnya, karena di lima tahun ke 2030, kita alokasikan (lagi anggaran) dengan memperhitungkan laju pertumbuhan penduduk, laju masyarakat miskin," kata Ai.

Dia pun optimistis, taget 121.871 rumah terelektrifikasi dapat rampung tahun ini. Meski diakuinya tidak mudah dan butuh kolaborasi stakeholders terkait.

"Kalau kami siap. Tapi tentunya kita memitigasi faktor eksternal di luar kewenangan kami. Misalnya berkaitan dengan PLN. Apakah program perluasan jaringannya sejalan dengan kami atau tidak," tuturnya.

Pemprov Jabar lanjut dia, akan mengalokasikan anggaran setiap tahun untuk tujuh ribu sambungan atau Elektrifikasi. Dimana harapannya, rasio Elektrifikasi di Jabar 100 persen dapat terwujud.

"Dari angka Elektrifikasi yang diterbitkan oleh Dirjen Ketenagalistrikan, kita sebenarnya sudah 99 persen. Sulit mencapai 100 persen selama di daerah ada masyarakat miskin, penduduk bertambah, rumah bertambah, perlu diintervensi pemerintah. Tapi Jabar untuk rasio sudah terbaik secara nasional. Tapi lihat jumlah penduduk Jabar 50 juta, 0,01 persen juga jadi banyak jumlahnya. Ini yang harus kita jaga," paparnya.***


Editor : JakaPermana