Pemprov Jabar Kucurkan Rp3,3 Miliar untuk Kompensasi Angkutan Tradisional di Jalur Mudik
Pemprov Jabar mengucurkan sekitar Rp3,3 miliar untuk kompensasi bagi angkutan tradisional, yang kerap beroperasi di jalur mudik atau jalan arteri.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pemprov Jabar mengucurkan sekitar Rp3,3 miliar untuk kompensasi bagi angkutan tradisional, yang kerap beroperasi di jalur mudik atau jalan arteri.
Moda angkutan tradisional seperti becak, delman, ojek dan angkot yang kerap mangkal di jalan arteri, sementara waktu harus menghentikan aktivitasnya. Dimana dimulai sejak H-7 hingga H+7 Lebaran 1446 Hijiriah.
Sebanyak 1.105 angkutan tradisional yang ada di jalan arteri Kabupaten Garut, Tasikmalaya, Kuningan dan Cirebon akan mendapatkan kompensasi sebesar Rp3 juta, yang akan masuk ke rekening masing-masing pengemudi angkutan tradisional. Sehingga total keseluruhan yang dikucurkan sekitar Rp3,3 miliar.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, stimulus bagi angkutan tradisional ini dalam rangka menekan kepadatan di jalan selama arus mudik dan balik berlangsung.
"Total 1.105, kali aja Rp3 juta," kata Dedi usai pemberian kompensasi secara simbolis kepada pengemudi delman di Polres Garut, Kamis 20 Maret 2025.
Mereka sambung dia, akan mendapatkan kompensasi dalam dua termin. Dimana termin pertama pada H-2 Lebaran sebesar Rp1,5 juta dan sisanya Rp1,5 juta lagi setelah Lebaran.
"Hari ini kita menyampaikan stimulus upah kerja bagi tukang becak, kusir andong, supir angkot, tukang ojek. Satu orang mendapat stimulus Rp3 juta. 2 hari sebelum Lebaran masuk Rp1,5 juta dan setelah Lebaran Rp1,5 juta. (Mereka) yang di jalur mudik," papar Dedi.
Sementara Kusir Delman, Dedi Rahmat yang kerap mangkal di Pasar Ciawitali Garut mengaku bersyukur, dengan adanya kompensasi dari Pemprov Jabar.
Terlebih nilai kompensasi yang didapatkan kata dia, lebih besar dari penghasilan harian mereka.
"Perhari kadang Rp70 ribu, kadang Rp90 ribu. Enggak tetap. Alhamdulillah, senang mendapatkan uang tunjangan dari Pak Gubernur Dedi Mulyadi," ujar Dedi yang telah 15 tahun menjadi kusir delman ini.
Kompensasi ini sambung dia, akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sedangkan untuk waktu dua pekan tidak boleh beroperasi, akan dimanfaatkan untuk mengurus domba peliharaan.
"Paling ngurus sampingan. Ngarit rumput untuk domba," kata dia.
Editor : Doni Ramdhani

