Pemprov Jabar Siapkan Platform Nyari Gawe, Lawan Percaloan dan Permudah Akses Lowongan Kerja
Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah membangun platform bernama Nyari Gawe, yang tak lama lagi bakal dirilis.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah membangun platform bernama nyari gawe, yang tak lama lagi bakal dirilis.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Herman Suryatman mengatakan, platform nyari gawe ini bertujuan untuk mempertemukan antara perusahaan yang tengah membutuhkan tenaga kerja, dengan para pencari kerja.
Melalui platform nyari gawe ini lanjut Sekda Herman, diharapkan tidak terjadi lagi antrian panjang ketika perusahaan membuka lowongan kerja, seperti yang terjadi di Kabupaten Cianjur beberapa waktu lalu. Dimana salah satu toko pakaian membuka lowongan kerja hanya untuk 50 karyawan, namun antrian membludak sampai ribuan pelamar.
"Ini kan bahaya, kalau kita biarkan pertautan manual. Bisa chaos. Pak Gubernur (Dedi Mulyadi) menyampaikan, tidak boleh ada lagi terjadi seperti itu," ujar Sekda Herman dikutip Rabu 24 September 2025.
Sisi lain, pihaknya juga meminta perusahaan untuk terbuka terkait jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan dalam mendukunh platform nyari gawe. Pasalnya saat ini tidak dapat dipungkiri, bahwa ada oknum di internal perusahaan yang menutup-nutupi lowongan pekerjaan, supaya bisa diperjualbelikan atau praktik calo.
"Karena kalau tertutup, ya kan bisa memasukkan kelompok tertentu. Tidak terbuka, tidak transparan. Menimbulkan kecemburuan. Kemudian dimungkinkan ada praktek percaloan. Kerjasama dengan oknum di lingkungan," ucapnya.
Melakui platform nyari gawe kelak, diharapkan perusahaan dapat menginformasikan jumlah kebutuhan tenaga kerja dan syaratnya.
"Untuk lowongan kerja, untuk perusahaan-perusahaan harus di-gidig. Jadi pendekatannya dua, digitalisasi, gidigisasi," kata dia.
Sisi lain, pencari kerja juga dapat memasukkan data mereka, supaya bisa menjadi bahan referensi perusahaan. Selain itu, dia juga mendorong agar pencari kerja proaktif usai memasukkan datanya. Untuk memeriksa apakah ada perusahaan yang meminati kompetensinya, serta rajin memantau lowongan kerja yang telah diinformasikan.
"Dari sisi pencari kerja pun ternyata teman-teman anak muda ini hanya entry data begitu saja. Padahal dia kan harus cek ricek, cek WA-nya, cek email-nya. Kalau nyambung kan pasti pihak perusahaan nanti ngirim email. Silahkan kesiniin, lamaran kerjanya kan gitu. Kalau yang pencari kerjanya tidak aktif, dia kan tidak tahu update. Akhirnya dia cicing we, jadi pencari kerjanya harus proaktif. Pihak perusahaan yang entry-kan lowongan kerja harus proaktif, baru bisa ketemu," paparnya.
Maka dari itu Pemprov Jabar bersama Polda berkolaborasi, untuk mendesak perusahaan transparan mengenai lowongan kerja. Tujuannya, supaya menekan praktik percaloan yang masih marak terjadi. Lantaran diakui Sekda Herman pernah ada temuan perusahaan yang tidak transparan mengenai lowongan kerja.
Ini pun dapat dibuktikan, dari hasil pendataan Pemprov Jabar melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), dimana baru terdata delapan ribuan lowongan kerja. Sementara dari hasil data Polda, ada di angka 13 ribu lowongan kerja.
"Makanya, sinergi kami (lakukan) dengan Polda, digitalisasi, gidigisasi khusus ketenagakerjaan terkait dengan lowongan kerja," ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar Adi Komar menyampaikan, platform nyari gawe dapat diunduh oleh masyarakat.
"Aplikasi Diskominfo ini mobile base berbasis handphone tujuannya kemudahan, dan kami melakukan digitalisasi. nyari gawe akan diluncurkan platform ini bisa diunduh dan digunakan secara langsung masyarakat," ujarnya.
Para pencari kerja nantinya tinggal menginput data pribadi serta beberapa keterangainnya, setelah itu akan langsung dihubungkan dengan perusahaan yang membuka lowongannya dengan spesifikasi masing-masing.
"Warga nantinya bisa menginput data pribadi akan disimpan dan nanti akan dipertemukan secara sistem dengan lowongan kerja dari perusahaan. Datanya kini ada beberapa yang sudah masuk Disnakertrans," jelas Adi.
Aplikasi nyari gawe, Adi mengklaim, merupakan pengembangan dari yang sudah ada sebelumnya. Dimana nantinya perusahaan sendiri akan lebih mudah dalam mencari SDM yang dibutuhkan.
"Aplikasi ini pengembangan dari yang sudah ada nah target kita jadi kita tata kelola dan majemen, kami ingin membuat aplikasi terbuka. Pemprov Jabar ada beberapa aplikasi OPD yang bisa dimarger dan kami bisa memilah mana yang di shutdown," katanya.
Lebih lanjut, Adi menyampaikan, aplikasi nyari gawe ini akan dikelola langsung oleh UPTD di bawah Diskominfo Provinsi Jabar. Adapun untuk soal pengawasan nantinya juga akan dilakukan dengan baik, artinya tidak hanya menyediakan, namun pengawasan langsung dilakukan.
"Jadi pengawasan juga dilakukan dan saat ini kami akan bertahap mengikuti dasbord aplikasi yang sudah ada. Konsenya aplikasi nyari gawe agar masyarakat dan perusahaan langsung mengakses," kata dia.
Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Disnakertrans Jabar Firman Desa mengatakan, dari GLIK sudah seratusan ribu pencari kerja yang sudah masuk datanya. Sedangkan perusahaan yang terlibat didalamnya di angka 464 perusahaan. Sedangkan lowongan kerja yang terdata baru di angka delapan ribuan.
"Dalam layanan GLIK ini sudah ada pencari kerja 100 ribu. Lowongan kerja ada 8.000. Membuka transparansi untuk perusahaan agar mencari kerja," ucapnya.
Ia berharap, dengan adanya sokongan dari platform nyari gawe mampu membuka informasi lowongan kerja secara lebih transparan, sekaligus mengikis praktik percaloan tenaga kerja di dalam perusahaan.
"Dengan adanya aplikasi secara online ini, kita berharap bisa menekan praktik tersebut. Bahwa para pekerja tidak perlu lagi membayar ke oknum-oknum. Entah di dalam perusahaan atau lingkungan sekitar untuk bisa bekerja," ucapnya.
Terlebih diakuinya, perusahaan juga mengharapkan yang sama, karena ketika mereka membuka lowongan kerja, kerap mendapat tekanan dari oknum.
"Banyak oknum yang ingin menitipkan pekerjanya dalam perusahaan dan ini memang menjadi suatu yang dikeluhkan oleh perusahaan. Mudah-mudahan dengan aplikasi yang akan kita launching sebentar lagi, ini akan meminimalisir praktik percaloan dan memang ini sangat disambut baik oleh perusahaan itu," tandasnya.
Editor : Ahmad Sayuti


